MasukKakak kembarku ditunjuk menjadi ibu susuan Pangeran Adipati Halinka, tapi dia pergi kawin lari dengan kekasihnya. Demi menghindarkan keluargaku dari murka keluarga adipati, aku harus meminum jamu rahasia untuk memicu produksi air susu dan menggantikan kakakku ke istana. Aku tidak menyangka, yang perlu kuberi makan tidak hanya si bayi pangeran adipati kecil. Tapi juga Adipati Halinka yang sudah dewasa dengan tubuh tinggi besar dan wajah tampan ....
Lihat lebih banyakKembali ke ruang perjamuan, aku diam-diam membawa sebuah obat rahasia dan diam-diam memasukkannya ke dalam kendi anggur, membuat Prahasta mabuk.Obat rahasia itu persis seperti jamu yang kubawa, jamu yang dapat menyebabkan air susu wanita meluap-luap.Hanya saja, pelayan tua yang mencarikan jamu itu pernah diam-diam bercerita padaku. Katanya, jamu itu bisa menjadi obat perangsang jika dikonsumsi laki-laki. Dalam dua jam, tubuhnya akan panas dan bergairah dan sulit melepaskannya ....Kakakku mengenakan tudung dan menyamar sebagai dayang istana untuk menuangkan anggur. Dia juga diam-diam menyelinap ke dekat Pusparanti dan menuangkan anggur untuknya.Anggur itu juga diisi ramuan yang memiliki efek luar biasa, apalagi dengan bantuan anggur.Setelah sekitar satu jam, aku dapat melihat Pusparanti mulai gelisah.Wajah cantiknya memerah, sedikit terengah-engah. Bagian di bawah kerah bajunya juga tampak bercak basah yang kasat mata.Dalam etiket istana kerajaan, tidak diragukan lagi bahwa mempe
Fakta berbicara sendiri.Aku dan kakakku hanya pengganti yang dimanfaatkan Adipati Halinka untuk melampiaskan angan-angannya kepada Pusparanti.Pusparanti mengerucutkan bibirnya dan menggeleng, menebarkan senyum yang dibuat-buat di bibirnya."Pengganti tetap saja pengganti, nggak akan bisa sebagus orang yang sebenarnya. Sama seperti pantulan bulan di air kolam, sampai akhir waktu pun nggak akan sama. Prahasta, hentikan obsesimu."Aku sangat terkejut, tapi Prahasta tampak tidak menyadarinya. Dia mengangkat gelas anggurnya dan berkata dengan lantang."Kalau begitu, aku doakan hidup yang panjang dan bahagia untukmu dan Yang Mulia Lesmana."Dia sengaja menekankan kata-katanya dengan suara rendah. Tatapannya kepada Pusparanti agak seperti cinta tak terbalas yang rumit....Di tengah perjamuan, aku tenggelam dalam pikiranku, memikirkan bagaimana cara memanfaatkan ini untuk membalas dendam.Tanpa diduga, saat aku keluar dengan alasan pergi buang air kecil, aku melihat wajah yang sangat tidak
Seiring bertambahnya cinta sang adipati kepadaku, aku perlahan memahami temperamen dan kebiasaannya. Jadi, aku selalu mampu menenangkan amarah kasarnya dengan tepat.Dia tidak lagi kejam kepadaku seperti sebelumnya, dan sering membiarkanku melayaninya secara dekat. Aku bahkan bisa keluar masuk ruang kerjanya sesuka hati.Aku memperhatikan bahwa Prahasta selalu mabuk hampir setiap kali dia kembali dari jamuan keluarga di istana kerajaan.Malam-malam saat itu terjadi sering kali menjadi siksaan paling menyakitkan bagiku.Dia suka memanggilku Rani di tempat tidur, seolah sedang melampiaskan emosi."Rani, suatu hari nanti, aku akan membuatmu memohon belas kasihan di bawah tubuhku."Aku terkejut. Adipati Halinka harusnya bisa menikahi wanita mana pun yang dia sukai. kenapa dia harus bersedih karenanya setiap hari?Kecuali, orang itu adalah seseorang yang jauh di atasnya ....Pada tanggal 23, putra mahkota kerajaan, Lesmana Barawijaya, kembali dari perburuan. Istana mengadakan perjamuan besa
Setelah pulang untuk mengurus pemakaman keponakanku, aku "diizinkan" untuk kembali dan menemui sang pangeran.Perangainya berwibawa dan dingin. Dia sedang memegang cangkir porselen putih, ditemani pembakar dupa berlapis emas yang menyala dengan aroma ambergris mewah.Gumpalan asap putih itu jatuh di kakiku, persis seperti nyawa keponakan mungilku yang tak berarti seperti rumput liar, dan lenyap dalam sekejap.Aku menundukkan mataku tanpa suara, tanpa menampilkan rasa benci di mataku.Hanya karena posisinya sebagai bangsawan, dia berlagak seperti Tuhan, memutuskan hidup dan mati seseorang.Betapa tidak tahu malu dan kejam!Melihatku kembali, Prahasta samar-samar tertawa, menggunakan nada paling tenang untuk mengucapkan kata-kata yang paling kejam."Bagaimana menurutmu? Ini adalah pembalasan untuk kakakmu karena telah mengkhianatiku. Sayang sekali, dia nggak berguna. Aku sudah memberinya anugerah terbesar dengan membiarkan anak sialan itu hidup. Karena dia mengkhianatiku, nggak ada gunan
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.