Setiap Momen adalah Kamu
“Pernikahan, tujuan akhir atas kepercayaan dan keyakinan. Kamu akan menghabiskan seluruh kesedihan, kebahagiaan dan segala hal dalam hidupmu, dengan seseorang yang benar-benar kamu inginkan. Apakah akan ada kebahagiaan, jika hanya aku yang meyakini cintaku, sedangkan kamu tidak?
“Tidak, Don. Pernikahan bukan hanya untuk kebahagiaanku. Tapi untuk kebahagiaanmu. Aku baik-baik saja. Kapan pun kamu siap dan yakin, aku siap. Kapan pun.”
Di tengah obrolan serius Dona dan Yusuf, tampak Indah turun dari lantai dua. Dia mendekat ke meja Dona.
“Mas Yusuf, apa kabar?” sapa Indah, ramah. Senyumannya terbit dengan tulus. “Baik, Mbak,” jawab Yusuf, tersenyum.
“Don, aku balik dulu, ya.”
“Mau ke mana?”
“Apa
Bab Populer