PRAMESWARI
jerit Prameswari tertahan sambil menjatuhkan tubuh lemahnya ke pelataran taman bunga di samping pendopo santri, "Meyka, semua ini gara-gara Meyka. Meyka penipu. Jahat, jahat!"
Abah merangkul Prameswari dari belakang sementara Abang menggenggam jari-jemari tangannya yang sedigin es batu dalam freezer. Perlahan-lahan namun pasti, Giga dan Peony ikut memberikan empati pada Prameswari. Sejenak mereka pun saling memandang dalam kebingungan yang kian membesar. Giga menggelengkan lemah, membuat Peony menggerakkan bahu. Untuk beberapa saat lamanya taman bunga ini menjadi sepi. Hanya desir angin yang menyemilirkan kesejukan, cericip bayi burung dan suara merdu para santri yang sedang tadarus Al-Qur'a
Chapitres populaires