Merelakan Cinta Pertama, Menerima Perjodohan yang Ditetapkan
"Pa, Ma, aku sudah setuju pulang ke kampung halaman untuk ikut perjodohan dan menikah. Aku akan pulang akhir bulan ini."
Awal musim semi, udara masih dingin. Sambil membuka pintu, Kathleen berbicara di telepon. Suaranya yang lembut hanyut bersama hujan yang deras.
Dia merapatkan kerah bajunya, lalu mendengar kedua orang tuanya di seberang telepon menghela napas lega.
"Kathleen, kesehatan Papa dan Mama makin menurun beberapa tahun ini. Kami cuma berharap kamu bisa segera berkeluarga. Bagus kalau kamu sudah memikirkannya dengan matang. Nanti setelah kamu pulang, Ibu akan minta Tante Olivia atur beberapa calon yang cocok untuk kamu temui."
Mendengar orang tuanya sudah mulai mengatur semuanya, tatapan Kathleen sedikit bergetar, seolah-olah belum sepenuhnya sadar.
Setelah berbasa-basi beberapa kalimat lagi, telepon pun ditutup. Dia melirik rumah itu sekilas, lalu kembali ke kamar dan mulai membereskan barang-barangnya.