MasukDemi menyelamatkan sang adik, Chloe Lynn terpaksa menerima tawaran gila dari pria yang paling membencinya, Nash Sullivan. Sayangnya, Chloe tidak tahu jika pernikahannya bukan sekedar transaksi, namun juga awal balas dendam bagi CEO dingin itu. Lantas, bagaimana nasib Chloe?
Lihat lebih banyakTerkunci selama beberapa minggu mulai membuat Daisy mulai seperti kehilangan kesadaran. Pikirannya mulai bekerja dengan cara yang tidak tepat. Dia mulai halusinasi, akal sehatnya perlahan lepas. Nash menahan napas setiap kali melihat Daisy dari rekaman kamera pengawas. Adrian mengelus lengannya."Kau yakin akan membuatnya seperti itu?""Dia memang layak!" Nash memicingkan mata. "Ini bahkan masih terlalu sederhana untuknya. Dia membunuh ibuku dan juga janinku. Ini belum apa-apa.""Tapi kau menghabiskan terlalu banyak waktu untuk semua hal yang sia-sia ini. Nash, kau bukan orang yang seperti ini. Serahkan saja dia pada petugas kepolisian. Biar mereka yang menghukum Daisy.""Tapi ...""Kau harus fokus pada hidupmu bersama Chloe. Chloe sudah terlalu lama menunggumu. Jangan biarkan dia sendirian hanya karena kau sibuk membalas dendammu."Kata-kata Adrian terngiang terus menerus di kepala Nash, bahkan saat dia kembali ke rumah untuk pertama kalinya karena terlalu fokus membalas dendam pada
“Apa rencanamu lagi sekarang?”Adrian meletakkan segelas whiskie di atas meja, ketika dia mengunjungi Nash di perusahaannya. Nash terlihat menimbang-nimbang, lalu dia menatap Adrian.“Penjara pribadi!”“Maksudmu?”“Pindahkan dia ke bunker bawah tanah. Dia hanya boleh makan sekali sehari, cukup untuk bertahan hidup, tapi tak cukup kuat untuk bisa membela diri.”“Kau ingin dia mengalami delusi atau gangguan disorientasi?”Nash mengangguk.“Tapi dengan kekuatan mentalnya, akankah dia mengalaminya?”“Entahlah. Tapi aku hanya ingin dia mengatakan alasan kenapa dia menyakiti ibuku. Aku perlu tahu alasannya.”Adrian mengangguk, dia mengerti. “Aku dan Bernad akan melakukannya.”“Tidak perlu, Adrian. Biar Bernad saja.”Adrian melirik Nash, dia mengangkat alis. “Kenapa? Sekarang kau tak mau aku terlibat rencanamu?”“Bukan itu.” Nash mendesah, dia teringat dengan tangisan Mila setiap kali Mila datang menemui Chloe. “Kau yakin akan meninggalkan Mila selamanya?”“Sudah ku bilang jangan sebut naman
Lampu-lampu taman depan menyala ketika mobil Nash berhenti di depan rumah milik orang tua Chloe. Nash mengernyit, melepas sabuk pengamannya sambil mengamati rumah itu. “Kenapa mengajakku ke sini?”“Ini rumah orang tuaku,” jawab Chloe. “Turunlah. Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu.”Nash tahu, dia pernah ke sini ketika Chloe tidak pulang selama beberapa hari. Nash mengikuti langkah kaki Chloe ke dalam rumah. Ketika hendak melepas sepatunya, Chloe melarangnya. Tangan gadis itu menggenggam tangan Nash, membimbingnya masuk dan langsung menuju halaman belakang.“Apa yang ingin kau tunjukkan?” Nash menahan tangan Chloe.“Seseorang,” gumam Chloe, dia menuruni anak tangga yang hanya berjumlah dua buah itu menuju pohon flamboyan yang tumbuh tinggi di sana.“Seseorang?” Nash makin bingung.Dia melihat sekelilingnya, namun dia tidak mendapati orang lain di sana selain mereka berdua. Dan ketika Chloe memetik beberapa potong bunga segar yang tumbuh subur di sana, dia makin tidak mengerti.“Apa y
Daisy merasakan seluruh tubuhnya ngilu. Ketika membuka mata, dia malah menemukan dirinya berada dalam satu kamar dan dia sedang tidur di atas ranjang. Daisy memejamkan mata, merasakan sakit di bagian tubuh bawahnya.“Kedua pria itu sungguh liar,” gerutu Daisy.Dia mencoba duduk, namun dia baru menyadari kalau kedua tangannya dirantai. Dia terkesiap, ketika melihat tangannya diborgol dan terhubung dengan rantai panjang ke sudut-sudut kamar. Dia berusaha melepaskan diri, namun bunyi gemerincing rantai menyadarkannya, jika dia tidak akan bisa terlepas.“Sialan. Siapa kalian? Kenapa kalian melakukan ini padaku?” pekik Daisy.Bernad membuka pintu, menyapa Daisy dengan sebuah senyuman. Daisy menyipitkan mata, tidak mengenali Bernad sama sekali, namun wajah itu terasa sangat familiar baginya. Selagi Bernad berjalan mendekatinya, Daisy berpikir keras.Siapa dia? Dimana aku melihatnya? Kenapa dia menculikku?Siapa dia?Siapa ...Mata Daisy membulat, ketika menyadari pria itu adalah mantan mana
Matahari terlihat bergerak malas ketika hendak kembali ke sisi Barat, meninggalkan semburat keemasan di langit. Di permukaan air sungai yang tenang, cahayanya menari pelan, mengikuti irama arus yang tak terlalu kuat.Elijah bersandar di pagar besi tua yang nyaris semua sisinya berkarat. Wanita itu
Itu kalimat yang tak disangka Adrian akan didengar dari mulut Nash. Pria itu menatap Nash dengan ekspresi terkejut. “Maksudmu?” Adrian terkesiap.“Aku tahu bukan Chloe yang melepas selang dari tubuh Mom, karena aku percaya padanya setulus hatiku. Aku sudah bertekad akan mengubah semuanya, Adrian. A
Air mata Chloe jatuh perlahan mendengar pembicaraan yang dilakukan Nash dan Adrian. Dia bersembunyi di balik tembok, diantara tanaman palem yang disusun rapi. Tubuhnya menempel ke dinding, tiang infus didorongnya lebih dekat pada dirinya sendiri.Susah payah Chloe bangkit dari ranjang dan melawan r
Nash menengok layar ponselnya, kali ke sekian, namun benar-benar tak ada pesan atau panggilan dari Chloe. Sejak Daisy mengajukan pertanyaan itu, kesunyian datang sebagai jawaban. Nash tidak berusaha menjawab, pun Adrian. Dan Daisy mulai terbakar emosi melihat kedua pria itu rupanya membela Chloe di






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak