ANAK TUKANG CUCI PIRING
Namun aku tak ambil pusing, tak ingin badan kurus kering hanya karena memikirkan sesuatu hal yang tidak penting.
Suasana masih terasa begitu ramai, para orang tua kini tengah berbincang, sedangkan aku dan Ibu duduk di barisan belakang, tepat di hadapan sebuah lemari hias.
"Iya, kedatangan kami ke sini memang hendak melamar Nak Neneng, putri sulung Bapak Muslihin." Pak Suryana berujar setelah ustaz selesai membaca tahlil dan beberapa doa.