Tante, Tahan! Nanti Keterusan
Joni menelan ludah, lalu duduk di ujung sofa, mengambil jarak yang cukup aman demi menjaga kesopanan.
"Berarti, kedatangan saya bikin Tante Aya nggak nyaman?"
Aya terkekeh, kali ini terdengar lebih tulus. "Kamu kan bukan orang asing!" katanya.
"Ibu kamu... Jena... waktu terakhir Tante ketemu di kampung, dia selalu cerita soal kamu. Katanya anak laki-lakinya ini penurut banget," kenang Aya, pandangannya menerawang menatap langit-langit. "Dia wanita paling kuat yang Tante kenal."