Suami Adikku, Ayah Anakku
"Dan kemarin, dia cium kamu biar mau pindah tidur ke kamar. Kayaknya, dia enggak sebenci itu sama kamu, deh. Kok aku merasa dia kayak masih ada perasaan sayang, ya?"
Rahisa dan teorinya berhasil membuatku mulas.
"Ngaco kamu!" bantahku vokal.
Perempuan itu malah menggeleng, kemudian ikut berbaring di belakangku. Kami memang memutuskan untuk tidur bersama malam ini, di kamarku.
"Aku cemas, Anes," katanya pelan. "Kalau benar dugaanku, cinta segitiga kalian ini bakal rumit. Sainganmu adikmu sendiri."