Ada satu cerita menarik dari teman yang baru saja menikah bulan lalu. Dia bilang, kuncinya itu terletak pada bagaimana kita memperlakukan calon pasangan seperti teman sekaligus partner. Misalnya, dia sering mengajak pacarnya (sekarang istri) jalan-jalan ke tempat yang mereka berdua suka, tapi juga memberi ruang untuk me time. Yang lucu, mereka bikin semacam 'buku harian bersama' di notes hp buat catat hal-hal kecil yang disukai pasangan, dari makanan favorit sampai jadwal bad mood.
Hal lain yang dia tekankan adalah komunikasi tanpa judgement. Kalau ada masalah, langsung dibicarakan dengan santai sambil minum kopi, bukan ditumpuk sampai meledak. Mereka juga rajin nonton series komedi bersama buat menjaga chemistry tetap cair. Intinya sih, bahagia itu dibangun dari detail-detail kecil yang konsisten, bukan gesture besar sesekali.