Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Choice

Choice

Malam itu kelakuan Riyan nampak normal di mata Ray, menemani orangtuanya menemui para tamu. “Sepupumu kesambet di mana?” Mata Ray memperhatikan Riyan yang ikut dalam obrolan dengan kolega bisnis orangtuanya. “Di pohon salak kali.” Jawab Shafira asal. Ray memperhatikan penampilan Shafira yang glamor dari gaun hingga perhiasaan. Dia kalungkan kedua lengannya ke tengkuk gadis itu. “Dance?” “Kamu telat, Sayang.” Shafira menjawil hidung Ray. “Aku sudah punya gandengan.”
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai contoh perilaku riya
Baca
+Pustaka
Pura-pura Bukan Bangsawan

Pura-pura Bukan Bangsawan

tanya Rias menatap tajam Sherly. Sherly tidak menjawab itu. Sherly memalingkan wajahnya ke arah lain dan meminum gelas berisi miras yang seharusnya diminum oleh Kenma. "Hei, Sialan. Tatap mataku dan katakan apa yang kamu inginkan. Jangan jadi seperti kucing pencuri," kesal Rias. "Hoi, Rias. Tenanglah. Kenapa tiba-tiba saja kamu marah?" tanya Kenma bangkit dari kursinya dan mencoba meraih tangan Rias.
1016.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 589 kali sebagai contoh perilaku riya
Baca
+Pustaka
SUAMI YANG TERGADAI DEMI RUPIAH

SUAMI YANG TERGADAI DEMI RUPIAH

“Rum.” Mirza duduk di tepi kasur, mengusap sisi paha sang istri dengan lembut. “Jangan patah semangat, ya! Bantu aku dengan doa aja biar dapat kerjaan. Aku juga nggak mau anak kita menderita nantinya.”
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai contoh perilaku riya
Baca
+Pustaka
Catatan Usang

Catatan Usang

Prily seringkali menyebutnya begitu. “Anak enggak tahu diri!” hardik Bu Rania berapi-api. Ibu macam apa yang menjerumuskan putri perempuannya pada lembah dosa. Prily bukan seorang ahli ibadah, akan tetapi selama hidup dengan Arjuna ia banyak belajar tentang bagaimana seorang istri seharusnya bersikap. Bahkan tentang perpisahan sepasang suami istri, Arjuna memberikan penjelasan padanya begitu detail.
1013.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 316 kali sebagai contoh perilaku riya
Baca
+Pustaka
Tiga Wanita Jagoan

Tiga Wanita Jagoan

tanya Nisa di saat akan pulang. “Iya, aneh kau tu. Trus kenapa juga kek orang gila pasang kuda-kuda mo silat dan lompat gitu.” Abid pun tak ingin melewatkan hutang penjelasan dari Ria. Ria mengigit bibir bawahnya, agak ragu untuk menjelaskannya. Tapi Ia sadar jika tak di beri tahu sahabatnya ini akan terus bertanya dan mendesak.
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai contoh perilaku riya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status