Pria Alfiyah
ucap Raisya membuka awal pembicaraan.
"Belum, bukan tidak. Pasti dia akan menyukaimu, Ra. Positif thinking aja ya, bukannya kamu yang bilang kalau kita harus berdoa, meminta jawaban untuk pasangan terbaik kita."
"Iya sih, tapi ... perlakuan dia ke aku, kaya es. Dingin banget, keras lagi. Beda kalau sama kamu dan kak Iklil, hangat kaya kopi yang baru diseduh, iya, kan?"
Hot Chapters