Saat Aku Tak Lagi Jadi TKW
Kalau aku membantah, bisa-bisa urusan jadi panjang dan ujung-ujungnya suami yang kutinggal jadi TKW selama dua puluh tahun itu bisa ngamuk.
"Sabar ya, Mas. Nanti kalau sudah gajian, pasti aku kirim," kataku berusaha sesabar mungkin.
"Aku sih bisa sabar, tapi uang sekolah anakmu kan gak bisa sabar. Hampir tiap hari aku dapat surat tagihan dari sekolah!"
"Lha uangnya dari mana, Mas? Mas kan tahu kalau gak gajian, aku gak punya duit."
"Coba pinjam sama bosmu, Sum. Bilang saja kalau penting," usul Mas Patno dengan entengnya. Karena tidak mau memperpanjang lagi obrolan, aku langsung saja mengiyakan agar dia menutup teleponnya.