Takkan Kembali Lagi
]
[Jika suatu hari nanti dia sungguh-sungguh bertobat, apa kamu bersedia memberinya kesempatan lagi?
[Aku tidak mengharapkan jawaban, aku hanya ingin bertanya padamu …. Apa kamu bersedia percaya pada cinta lagi?]
Lama sekali aku hanya diam menggenggam surat itu. Ketika malam tiba, barulah aku berbisik pada diriku sendiri.
"Aku bersedia memberi diriku kesempatan kedua, tapi nggak dengannya."
Kali ini, aku akhirnya mengerti bahwa melepaskan seseorang bukan berarti tidak akan pernah bertemu dengannya lagi.