Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tears

Tears

Titik. "Petite, kamu kenapa menangis Sayang? Kamu sedang ada masalah apa? Ayolah Petite jawab saya, jangan cuma menangis saja. Kamu bisa membuat saya gila kalau kamu tidak kunjung berbicara! Petite, kamu di mana sekarang, jawab!
1078.5K viewsCompletedAdded to Library 2.9K Times as no crying
Read
+Library
Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin

Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin

Air mata Kyna telah membasahi kemeja Gabe. Gabe terus menghiburnya, menyuruhnya untuk tidak sedih, dan mendorongnya untuk menangis sekeras-kerasnya .... Namun, Kyna tetap menangis tanpa suara. Hanya air mata yang tidak berhenti mengalir. Ketika akhirnya bisa berbicara, dia berujar, "Kak, aku nggak sedih. Sungguh! Lihat, aku lagi tersenyum kok! Aku lagi tersenyum, 'kan? Lihat dulu!"
8.91.5M viewsCompletedAdded to Library 55.7K Times as no crying
Show Reviews (239)
Read
+Library
malapalas
Izin promosi ya kak, buat yang suka genre Romance + Action + Werewolf & Secret Baby, mampir ke judul 'Anak Rahasia Sang Alpha' di GoodNovel ya. Lagi seru-serunya bab 170 lebih nih kak. Mksh yang sdh mau mampir.
floral flower
ak stuck di episode 667.... kutengok lagi stlh 2 bulan gak buka app ini. liat lagi kayaknya udh tamat. yg pertama kuperiksa adalah komenan readers dulu. kuputuskan ngga meneruskan membaca krn ending yg ga menarik. lalu nyesel kmrn buang2 waktu nontonin iklan biar dpt koin,mana sempet bbrp kali beli.
Read All Reviews
Criana

Criana

Akhirnya dengan terpaksa aku menerima panggilannya itu. “Ada apa Ran, telepon malam-malam? Aku ngantuk banget ini, mau tidur.” Aku pura-pura menguap. “Kenapa direject barusan? Kamu masih marah ya sama aku Cri?” Dia masih mempertanyakan tentang itu, duh dasar ni anak. “Ran begini ya, aku sudah tidak marah kok sama kamu. Aku reject itu karena aku ngantuk banget dan ingin tidur.” Aku pura-pura manis, padahal hatiku sangat dongkol sekali padanya.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 130 Times as no crying
Read
+Library
Plz Don't Be Sad

Plz Don't Be Sad

Hanya aku. Sampai akhirnya Lee Sin keluar dari kamarku. Aku membanting pintu kamar itu dengan keras dan menguncinya dari dalam. Aku berlari ke tempat tidur dan mulai menangis. Masih terdengar samar-samar suaranya memohon maaf padaku dari luar. Aku menutup telingaku dengan bantal. Aku ingin tenang. Aku ingin tenang sekarang. Kenapa jadi begini? Kenapa dia harus melakukannya? Kenapa aku tak bisa menerimanya? Kenapa? Kenapa? Aku bertanya kenapa, Tuhan?
105.1K viewsOngoingAdded to Library 121 Times as no crying
Read
+Library
Not a Week

Not a Week

Begitu juga dengan wajah Sidney yang penuh dengan air mata. "S-saya akan memanggil Ambulance." Nola pergi ke dalam rumah dengan tubuh masih gemetar. Sally sudah mulai tidak bisa menahan tubuh Taylor. Tangan Taylor begitu licin, karena selesai mandi, dan berkeringat setelah bertengkar dengan Donna. "Ayolah, Tay. Berusaha untuk naik." "Tidak bisa. Tidak ada pijakan di bawah balkon. Aku ... kesulitan ... napasku ...." Sudah berusaha memegang tangan Sally, kini masalah baru datang.
9.95.7K viewsCompletedAdded to Library 183 Times as no crying
Read
+Library
TIDAK ADA NAMAKU

TIDAK ADA NAMAKU

Hanya tatapan sinis yang dia perlihatkan. "Sebenarnya anak Simbok itu salah apa sama kamu, Rin? Rumah tangganya kamu hancurkan, dia hanya diam. Siti kamu jadikan sasaran pun, dia masih mau memaafkan." Lagi-lagi Rini tidak bersuara. Dia pun berlalu dari hadapan kami begitu saja. Menarik napas panjang berusaha meredam emosi yang sebenarnya sudah memuncak. Tapi aku berusaha untuk tetap menahan diri. Karena tidak ingin menjadi panjang urusannya.
108.8K viewsCompletedAdded to Library 290 Times as no crying
Read
+Library
Without You

Without You

Sedari tadi Reka pun terus menangis entah apa penyebabnya, padahal Renata sudah melalukan apa pun; menyusui, menggendong, bersenandung untuknya, tetapi Reka tetap menangis. Suara ketukan pintu menyadarkan Renata dari lamunannya. "Sebentar," katanya sembari berjalan ke arah pintu lantas membuka pintu dengan segera. "Reka kenapa?" tanya orang itu yang ternyata Hana. "Gak tahu, dari tadi rewel terus." Hana berjalan mendekati putra sahabatnya lalu menggendong bayi mungil itu. "Uh, Sayang, kenapa nangis terus, Nak?"
2.6K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as no crying
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status