Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tears

Tears

Hidup dan bertumbuh kembang sendirian tanpa dikhehendaki oleh siapapun juga! "Ibell sayang, sini Nak. Jangan menangis lagi, sayang. Sekarang ada mommy. Kalau Ibell ingin menangis, menangislah khusus untuk hari ini saja. Karena besok-besok, ada mommy yang insyaallah akan selalu membuat Ibell tersenyum."
1078.3K viewsCompletedAdded to Library 2.9K Times as no crying
Read
+Library
Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin

Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin

Air mata Kyna telah membasahi kemeja Gabe. Gabe terus menghiburnya, menyuruhnya untuk tidak sedih, dan mendorongnya untuk menangis sekeras-kerasnya .... Namun, Kyna tetap menangis tanpa suara. Hanya air mata yang tidak berhenti mengalir. Ketika akhirnya bisa berbicara, dia berujar, "Kak, aku nggak sedih. Sungguh! Lihat, aku lagi tersenyum kok! Aku lagi tersenyum, 'kan? Lihat dulu!"
8.91.4M viewsCompletedAdded to Library 53.2K Times as no crying
Show Reviews (235)
Read
+Library
uwu
thor sblm views dan ratingnya turun yg bikin jdi peringkatnya juga nurun karna ceritanya muter” trs, ngebosenin, dan hilang minat baca para pengikut mending lu langsung aje fokus ke kyna sama aldrian di satuin lagi biar mereka nikah dan pengikut jdi suka dan terhibur setelah itu baru masukin konflik
Melody Flow
cerita nya terlalu bertele2. jalan di tempat. kayak adegan aldrian nolongin kyna pas diganggu penjahat, nolong kyna pas trauma dengan eldric gak ada artinya sama sekali ke hubungan mereka jadi semakin membaik. sekarang balik lg ke masalah Cecilia eldric. abis itu ketemu aldrian lg gitu2 trus polanya
Read All Reviews
Criana

Criana

tanyanya. “Aku tidak punya siapa-siapa di sini. Orang tuaku sudah lama meninggal. Karib kerabatku tinggal di Kalimantan, dan mereka tidak perduli padaku.” Tanpa terasa air mataku meleleh, mengingat kesendirianku di kota besar ini. “Maafkan aku,” ucapnya penuh penyesalan. “Tidak apa-apa,” jawabku sambil menyeka air mata.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 126 Times as no crying
Read
+Library
TIDAK ADA NAMAKU

TIDAK ADA NAMAKU

Hanya tatapan sinis yang dia perlihatkan. "Sebenarnya anak Simbok itu salah apa sama kamu, Rin? Rumah tangganya kamu hancurkan, dia hanya diam. Siti kamu jadikan sasaran pun, dia masih mau memaafkan." Lagi-lagi Rini tidak bersuara. Dia pun berlalu dari hadapan kami begitu saja. Menarik napas panjang berusaha meredam emosi yang sebenarnya sudah memuncak. Tapi aku berusaha untuk tetap menahan diri. Karena tidak ingin menjadi panjang urusannya.
108.7K viewsCompletedAdded to Library 285 Times as no crying
Read
+Library
Plz Don't Be Sad

Plz Don't Be Sad

Hanya aku. Sampai akhirnya Lee Sin keluar dari kamarku. Aku membanting pintu kamar itu dengan keras dan menguncinya dari dalam. Aku berlari ke tempat tidur dan mulai menangis. Masih terdengar samar-samar suaranya memohon maaf padaku dari luar. Aku menutup telingaku dengan bantal. Aku ingin tenang. Aku ingin tenang sekarang. Kenapa jadi begini? Kenapa dia harus melakukannya? Kenapa aku tak bisa menerimanya? Kenapa? Kenapa? Aku bertanya kenapa, Tuhan?
104.9K viewsOngoingAdded to Library 118 Times as no crying
Read
+Library
Not a Week

Not a Week

Begitu juga dengan wajah Sidney yang penuh dengan air mata. "S-saya akan memanggil Ambulance." Nola pergi ke dalam rumah dengan tubuh masih gemetar. Sally sudah mulai tidak bisa menahan tubuh Taylor. Tangan Taylor begitu licin, karena selesai mandi, dan berkeringat setelah bertengkar dengan Donna. "Ayolah, Tay. Berusaha untuk naik." "Tidak bisa. Tidak ada pijakan di bawah balkon. Aku ... kesulitan ... napasku ...." Sudah berusaha memegang tangan Sally, kini masalah baru datang.
9.95.6K viewsCompletedAdded to Library 180 Times as no crying
Read
+Library
Without You

Without You

Sedari tadi Reka pun terus menangis entah apa penyebabnya, padahal Renata sudah melalukan apa pun; menyusui, menggendong, bersenandung untuknya, tetapi Reka tetap menangis. Suara ketukan pintu menyadarkan Renata dari lamunannya. "Sebentar," katanya sembari berjalan ke arah pintu lantas membuka pintu dengan segera. "Reka kenapa?" tanya orang itu yang ternyata Hana. "Gak tahu, dari tadi rewel terus." Hana berjalan mendekati putra sahabatnya lalu menggendong bayi mungil itu. "Uh, Sayang, kenapa nangis terus, Nak?"
2.5K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as no crying
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status