Anara
seru Bara, sambil tetap mengunyah makanan di dalam mulutnya.
“Hmm!” sahut Anara, dengan mulut penuh ayam.
“Lo, harus jujur sama gua, kalo lo, mau gua bantu lo, secara maksimal. Lo ngerti, kan! Maksud gue.” Bara menatap Anara, yang tiba-tiba kesulitan menelan makanan di mulutnya. Bara menyodorkan air cola pada gadis itu.
Setelah meminum cola nya sampai tandas, Anara meletakkan ayam yang tadi dipegangnya. Membersihkan tangan dengan tissue, lalu menatap Bara intens.
Hot Chapters