Mantanku Pengawal Pribadiku
Suara langkah kakinya yang menjauh perlahan lenyap, digantikan oleh desiran angin sore yang menerobos lewat celah pintu kayu.
Kirana masih berdiri mematung di tengah ruangan, memegang map cokelat yang tadi diterimanya.
Setelah menarik napas dalam, Kirana melangkah menuju meja rendah di pojok dojo. Ia duduk bersila, meletakkan map di hadapannya. Dengan ragu, ia membuka map itu. Di dalamnya, tertata rapi beberapa lembar dokumen, foto, dan catatan tangan. Nama "Aluna Nada Bestari" tercetak jelas di bagian atas halaman pertama.
Bab Populer