SHANIA
Tatapan Bianca yang berkaca-kaca tertuju pada Shania dan sang Nyonya hampir meresponnya dengan keharuan yang sama, namun dia segera kembali mengontrol dirinya.
"Aku pasti sudah membuatmu terharu. Benar begitu, kan?"
"Ayolah, Tante. Kamu tahu itu dengan pasti. Aku ingin memelukmu."
Shania tak merespon, namun berusaha menepikan mobilnya, hanya beberapa meter sebelum mencapai gerbang kampus Bianca. "Kemarilah! Aku juga ingin memelukmu!" Shania melepaskan sabuk pengaman dirinya dan putri tirinya lantas menarik gadis itu ke dalam dekapannya. Air mata nan bandel menetes dari mata nyonya muda itu kala dia mendekap tubuh Bianca, namun dia segera menghapusnya dan menahan isak tangisnya agar sang putr
Bab Populer