The Queen Janda Pirang
Ingat, Pinka hanay seorang Purel di kafe Lupi, bukan seorang kupu -kupu malam seperti kebanyakan teman -temannya.
"Gimana tawaran ku? Sudah kamu pikirkan? Hutangmu banyak sekali Samuel. Mau sampai kapan kamu akan membayar semua hutang -hutang kamu?" ejek Madam Rose pada Samuel.
"Aku tahu, Madam. Aku sudah pikirkan dengan matang. Aku ingin menjual putriku, Pinka, dnegan harga yang tinggi. Dia masih perawan, belum tersentuh, cantik dan seksi. Aku pikir, akan banyak lelaki kaya yang mau menidurinya untuk di layani satu malam," ucap Samuel dengan lantang.
Hot Chapters