Dosen Galakku, Suami Rahasiaku
Rasa mualnya masih ada, namun usapan di kepala dan punggung dari suaminya membuatnya merasa nyaman.
“Boleh tidur nggak?”
“Belum, Sayang.”
“Tapi mata aku kayak dilem—”
“Mau ciuman nggak?”
“Lah, kok malah ngajak ciuman sih!”
“Itu satu-satunya cara buat mengusir kantuk, Sayang.”
Jingga memutar bola matanya, namun tak menolak. Dia malah mendongakkan wajahnya. “Ayo,” ajaknya dengan senyum genit.