Broken Wings
Aku malu karena merasa terhina akibat ulah Dendra, sekaligus takut dengan reaksi ayah jika selama ini menyimpan rapat masalah ini.
Pagi ini aku keluar kamar dengan wajah lelah. Bukan karena lelah dengan persiapan pernikahan, tetapi karena semalaman aku tidak bisa tidur. Bahkan, Adrian yang biasanya selalu setia menemani setiap kali aku kesusahan untuk tidur, semalam malah tertidur ketika kami masih saling melakukan panggilan video. Karena tidak tega melihat wajah lelahnya, aku pun mengakhiri percakapan. Akan tetapi, mataku masih saja sulit terpejam. Setiap kali memejamkan mata, aku seolah merasakan hangat napas Dendra menyentuh kulitku. Pun dengan aroma napasnya yang bercampur alkohol, seola
Hot Chapters