Daster Buat Istriku
“Ya, iya, dong. Namanya juga dia istri aku, Sayang. Kamu aja yang bukan istri aku bisa se agresif tadi, hehehehe ….”
“Gak mau dibanding-bandingin!”
“Ya, udah, kamu lebih hot.”
“Gak tulus, ih!”
“Gimana, dong yang tulusnya?”
“Ceraikan istri Mas Reno!”
“Cerai”
Ups, entah bagaimana kalimat itu bisa terlontar dari mulutku. Kenapa sih, aku ini? Bukankah aku sekarang sedang memasang target untuk mencari simpati Mas Bara, kenapa aku malah makin mengikatkan diri pada pria ini, coba?