تصفية بواسطة
تحديث الحالة
الجميعمستمرمكتمل
فرز
الجميعشائعتوصيةمعدلاتتحديث
Cinta Sejati Seorang Miliarder

Cinta Sejati Seorang Miliarder

"Halo, sobat .... Gimana kabarmu?" jawab Ronald saat dia mengangkat telepon. "Tolong! Aku nggak tahan lagi." Carissa terengah-engah, suaranya terdengar serak. "Sobat, ada apa? Kamu di mana sekarang? Aku jemput ya!" kata Ronald, mulai panik. Suara Carissa semakin tak karuan sambil menangis. "Aku di taman ... tolong, kamu harus datang .... Aku nggak bisa gini terus .... Dia mutusin aku .... Hatiku sakit banget! Sakit ...." Setiap kata terdengar gemetar, seakan hanya bicara saja sudah tidak ada tenaga lagi. "Taman yang mana? Tunggu aku, bertahanlah. Jangan mikir macem-macem. Aku janji bakal ada di sisimu. Kirim lokasimu ya?" Suara Ronald pun ikut gemetar. Hening. Cuma ada suara isak tangis tertahan dari seberang telepon. "Halo? Kamu dengar aku? Tolong kirim lokasi kamu biar aku bisa cari," pintanya, rasa takut mulai mencengkram perasaannya. Dia tahu Carissa sedang tak bisa berpikir jernih dan bisa saja nekat melakukan hal bodoh. "Carissa, ayolah. Kasih tahu aja kamu di mana. Aku sudah jalan, sudah di mobil," kata Ronald lagi, suara mesin mobil terdengar keras di latar belakang. Setelah beberapa detik yang terasa lama banget, HP-nya bergetar. Lokasi Carissa masuk ke HP-nya. Dia langsung tancap gas tanpa pikir panjang. Ban mobil berdecit kencang waktu dia ngebut di jalanan. Saat akhirnya sampai di taman, Ronald melihat Carissa duduk di bangku, kepala menunduk, bahunya gemetar. Ronald langsung lari menghampiri dan mengangkat dagu Carissa pelan-pelan. Dia kaget. Wajah Carissa pucat pasi, mata tertutup, air mata sudah mengering di pipi, dan mukanya terlihat kesakitan. Ronald tarik Carissa ke dalam pelukannya. Untuk beberapa saat, Carissa diam, lalu badannya jadi lemas. Tangannya terkulai di sisi tubuh. Panik langsung menyerbu Ronald. Carissa pingsan. Ronald langsung menggendong Carissa, membawanya ke mobil, dan menidurkannya di kursi belakang. Dia lalu banting pintu, nyalakan mesin, dan langsung ngebut ke rumah sakit.
10805 وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 20 مرة ضمن enjoy aja
قراءة
+مكتبة
Fake

Fake

Kimshena
Makasih Sen lo udah menjelma sebagai pelangi di kehidupan gue yang monokrom. Berkat lo orang seperti gue bisa ngerasa bahagia. Tapi maaf, gue nggak bisa bertahan di samping lo lagi, gue sayang lo tapi gue nggak mau bawa kesialan dalam hidup lo. Gue ikhlas, semoga bahagia karena kalo lo bahagia gue bisa ngelanjutin hidup gue tanpa rasa bersalah. Raden Akasena Kavi. Cowok bermulut pedas, tapi dengan para gadis dia masih bisa bersikap manis kecuali pada Laura. Gadis yang membuat Sena mengibarkan bendera permusuhan, Sena menganggap Laura itu munafik. Menampilkan seolah semua baik-baik saja padahal gadis itu menyimpan sesuatu yang menyesakkan dada karena terlalu mendendam. “Kasihan banget lo ye, hidup lo kejam keras dan nggak adil. Denger gue baik-baik, lo tuh nggak special tuan putri. Hidup itu nggak adil untuk semua orang bukan buat lo doang,” bentak Sena. “Stop bertingkah kalau semua orang harus ngertiin perasaan elo. Salah lo sendiri, kenapa lo nggak pernah jujur!” Anasthusa Laura Banuska. Siswi penurut dan pintar, gadis itu selalu menunjukkan sisi cerianya. Tapi siapa sangka di balik itu, Laura menyimpan rahasia besar. Dia menggunakan topeng, tetapi tidak di depan Sena. Laura bisa melepaskan topeng itu kapan saja jika Sena di sampingnya. “Makasih yah Sen, makasih karena lo selalu bantuin gue. Makasih lo selalu marahin dan ingetin gue kalo salah." “Dan makasih karena elo, gue bisa jadi diri gue sendiri,” ucap Laura dengan tulus. “Hati-hati,” ujar Sena pelan, menatap Laura. “Hati-Hati kenapa?” tanya Lauran heran. Memangnya dia melakukan hal yang berbahaya? “Ya hati-hati aja, entar lo jatuh hati ke gue. Idih najis banget,” ejek Sena disertai dengan tertawa terbahak. Jangan mau hidup seperti Sena, selalu ngoceh kalau dia tidak cinta Laura tetapi rela mati demi melindungi gadis itu. Dan jangan mau bersikap seperti Laura, mengaku cinta kepada Sena tetapi melepaskan lelaki itu hanya karena ego sendiri.
2.1K وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 85 مرة ضمن enjoy aja
قراءة
+مكتبة
Menjadi Istri Rahasia CEO Penyayang

Menjadi Istri Rahasia CEO Penyayang

Fadia Thanisa Adreena, gadis desa yatim piatu, tak pernah menyangka hidupnya berubah hanya dalam hitungan jam. Dituduh mencuri oleh budenya sendiri karena menolak dijual kepada pria tua kaya raya, Nisa memilih lari… dan berakhir masuk ke mobil seorang pria asing di jalan sepi. Abyan Mahesa, CEO muda yang sedang dalam perjalanan kerja, tak pernah berniat ikut campur. Tapi satu keputusan impulsif—membuka pintu mobil untuk menolong seorang gadis—mengikatnya dalam pernikahan dadakan yang tak pernah ia rencanakan. Di hadapan warga desa, mereka harus menikah demi menjaga nama baik. Namun pernikahan itu bukan akhir, melainkan awal dari luka baru. Abyan menyimpan rahasia besar—ia telah dijodohkan oleh keluarga bangsawan dan tengah mempersiapkan pernikahan resmi yang akan diumumkan ke publik. Nisa, kini menjadi istri rahasia, harus belajar hidup di balik bayang-bayang. Terlindungi, tapi tak pernah benar-benar diakui. Dicintai… atau hanya dikasihani? Ketika cinta mulai tumbuh dari keterpaksaan, mampukah mereka melawan realita dan restu yang tak pernah ada? Dan saat masa lalu mulai mengejar, akankah rahasia pernikahan mereka terbongkar? ** "ITU DIA! Mobilnya di situ!" teriak salah satu warga. "Astaghfirullah… itu kan anak perempuan Almarhum Pak Raji?!" seru yang lain, menunjuk ke arah Nisa yang masih duduk gemetar di kursi penumpang. "Turun kalian! Turun sekarang juga!" "Ngapain kalian berdua di mobil sendirian, hah?!" Abyan menelan ludah. “Tunggu, ini nggak seperti yang kalian pikirkan…” "Enak aja bilang 'nggak seperti yang kami pikirkan'. Kami semua lihat dengan mata kepala sendiri! Kalian berdua di mobil, siang bolong, di tempat sepi begini?!” Seorang ibu berseru, "Kalau kalian nggak ada hubungan apa-apa, kenapa si gadis ini sembunyi di mobilmu?!" Nisa buru-buru membuka pintu, wajahnya pucat pasi. “Saya cuma… saya minta tolong. Ada yang kejar saya tadi...” Namun warga tak memberi ruang penjelasan. "Tak peduli alasanmu! Nama baik gadis kampung ini sudah rusak! Kalian harus menikah! Hari ini juga!"
703 وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 17 مرة ضمن enjoy aja
قراءة
+مكتبة
Kejutan Untuk Suami Sok Alim Ternyata Tukang Kawin

Kejutan Untuk Suami Sok Alim Ternyata Tukang Kawin

Mutiara Sukma
Sebuah pesan masuk ke dalam gawaiku, tak ada firasat apapun saat itu. Dengan santai pesan itu kubuka. Sebuah foto yang dikirim oleh nomor tak dikenal. Mataku membulat sempurna, tak percaya dengan apa yang kulihat, hingga berkali-kali aku memperhatikan bahkan sampai men-zoom foto itu sedetail mungkin, takut jika mata ini salah menyimpulkan. [Maafkan saya, Bu!] tulis si pengirim foto. Aku tak menghiraukan pesannya, butir demi butir air mengalir dari sudut mata, mengaburkan penglihatan. Menandakan bahwa foto itu membuat luka didalam sana. Sebuah foto resepsi pernikahan yang berlatarkan salah satu pemandangan di Puncak, tertampang nyata, sangat indah begitu pula dengan senyum dari kedua mempelai yang terlihat sempurna dan bahagia. Mas Arya, pengantin laki-laki yang kini sedang bersanding dengan seorang wanita muda dan cantik itu adalah suamiku. Suami yang sudah sepuluh tahun ini kuhaturkan bakti kepadanya. "Ma, Mama kenapa menangis?" cepatku susut air mataku dengan ujung jari, dan mematikan ponselku agar gambar yang begitu mengiris hati itu tak sampai terlihat oleh Alisa, putriku. "Ga, sayang. Mata Mama kelilipan," ungkapku asal. Kuraih tubuh mungil Alisa dalam pelukan, gadis lima tahun ini begitu sangat berarti bagiku. "Kak Alif mana sayang?" tanyaku mengalihkan pembicaraan. "Ada, Ma lagi di kamar, muraja'ah," Aku tersenyum getir. 'Mas, kita sudah punya putra dan putri yang begitu membanggakan, aku juga meninggalkan karierku demi berbakti kepadamu, kenapa masih saja curang dibelakang ku?' bisikku dalam hati. "Ma, Ayah kapan pulang?" Alisa bersandar didadaku, tanganku terulur membelai rambut panjang nan hitam milik Alisa. "Baru juga dua hari, Ayah pergi Nak, udah rindu aja," ujarku menggoda sambil menekan emosi dihati. Dua hari yang lalu, Mas Arya pamit akan ke Kalimantan mau mengurus bisnisnya. Aku yang tak begitu mengikuti perkembangan perusahaan, percaya saja padanya. Tak mungkin rasanya, Mas Arya mengkhianatiku dia lelaki yang baik, sholeh, penyayang dan selalu romantis. Namun, apa yang terjadi benar-benar diluar bayanganku
1025.1K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 702 مرة ضمن enjoy aja
قراءة
+مكتبة
السابق
1
...
353637383940
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status