Penyamaran CEO Tanaka
“Aku hanya takut, Adrian. Dunia bawah tidak sesederhana yang kau kira. Di sana, mereka tidak memandangmu sebagai CEO. Kau bukan siapa-siapa.”
“Itu justru tujuannya,” kata Adrian mantap. “Aku ingin tahu rasanya menjadi bukan siapa-siapa.”
Ia menatap tangannya — jari-jarinya penuh bekas luka kecil. “Kau tahu, Davin, dulu aku selalu berpikir kerja keras berarti lembur di ruang rapat. Tapi di sini, aku melihat kerja keras dalam arti yang sebenarnya. Mereka bekerja di bawah panas, hujan, debu... dan tetap tertawa.”