Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hasrat Berbahaya sang Pewaris Duda

Hasrat Berbahaya sang Pewaris Duda

Aku tak suka menghadapi pelayan di rumah ini dengan wajah sembab, bisa jadi bahan gosip nanti. "Terima kasih." Kataku tanpa menoleh lalu menutup pintu begitu Juni pergi. Kuambil satu face mask favoritku sejak dulu dan menempelkannya pada wajahku hingga tertutup sempurna. Apapun ceritanya, artis panggung sandiwara harus tampil maksimal, penuh senyum bahagia. "Sekarang waktunya beraksi." Bisikku sambil mengirimkan sebuah rekaman suara pada 'sahabat baikku' Cecilia Huang.
107.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 281 kali sebagai face painting terdekat
Baca
+Pustaka
Kissing Partner Sang Tuan Muda

Kissing Partner Sang Tuan Muda

" tanya Kara sambil menanggalkan topeng hitam itu dari wajah pria yang dia seratus persen yakin adalah adik iparnya, Gabby. Gabby hanya bisa tersenyum Pepsodent. "Aku tadi nya memang mau ngikuti acara pesta topeng kak, tapi seperti aku salah masuk gedung dan tersesat, deh." Ujar Gabby, dengan wajah polos nya. "Pesta topeng?" tanya Kara heran, sejak kapan pesta topeng diadakan siang bolong. Biasa pesta seperti itu malam hari. "Iya, ini teman-teman ku memang random aja ngadain pesta seperti ini." Jawab Gabby dengan wajah lugu nya.
5.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai face painting terdekat
Baca
+Pustaka
DIKIRA MISKIN SAAT REUNI

DIKIRA MISKIN SAAT REUNI

Harum datang dengan wajah polosan dan membawa kantong make up sendiri yang dia satukan dengan kantong untuk kebutuhan Azriel. “Hmmm bisa aja, ngelesnya.” Aku mencebik. Dia terkekeh kembali lalu meneruskan memoles wajahnya. Acara yang digelar, sedikit berbeda ketika aku hendak dilamar Pak Faqih. Ibu mengundang para kerabat juga kali ini dan para tetangga dekat. Ada paman dan bibi beserta para sepupuku yang sudah memenuhi ruang tengah. Beberapa kerabat jauh, ada juga yang datang. Jujur, semenjak film-ku viral. Semua sudah mengaku saudara, meskipun beberapa seperti tengah memanfaatkan. Namun, semua masih bisa dikendalikan. Yang penting, aku bisa tenang ketika melihat wajah Ibu yang senyumnya pu
10261.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.7K kali sebagai face painting terdekat
Baca
+Pustaka
Dijodohkan dengan Ipar Posesifku

Dijodohkan dengan Ipar Posesifku

Aku melambaikan tangan padanya, siapa tahu dia tak mengenaliku karena aku sengaja menutup wajahku dengan masker. “Kenapa pakai masker?” tanyanya sambil menarik kursi lalu duduk di depanku. “Biar aman dari paparazzi,” bisikku. “Aku jadi tak bisa melihat wajah cantikmu!” Kutendang kakinya di bawah meja. “Bapak! Saat seperti ini sempat-sempatnya bercanda!” “Siapa yang bercanda? Serius kok, kamu cantik!” Ish dia belum berubah rupanya, masih tetep gombal!
10262.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.8K kali sebagai face painting terdekat
Baca
+Pustaka
Pria 'Shift Malam'

Pria 'Shift Malam'

Dan inilah yang bikin Adelle makin kaget bukan kepalang, saat Langga pelan-pelan keluarkan surbannya di balik baju jaskulnya dan memasangnya di wajahnya, hingga hanya matanya yang terlihat. Tak ada yang memperhatikan aksi Langga ini, selain tempat ini memang agak teraman lampu-nya, juga orang-orang pake surban di wajah bukan hal yang aneh di Basra ini. Tapi ada dua orang kaget bukan kepalang saat melihat sekelebatan aksi Langga, yang sengaja terlihat berjalan perlahan memutari tempat ini dan kadang terlindung oleh pengunjung yang berjubel saat ini.
1061.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai face painting terdekat
Baca
+Pustaka
Masak Daging Misterius

Masak Daging Misterius

tanya Mita membuat Satya terfokus pada wajah lemah wanita itu. Tampak bagian pipi yang sudah dirias merah supaya terlihat demam, juga bibir yang dioles lipstik warna nude supaya terlihat pucat pasi berhasil mengecoh Satya. Pria itu duduk di kursi yang terletak di depan meja rias Mita. "Ngapain kamu ke sini?" "Main." "Sekalian nengok?" "Enggak, aku gak tau kamu sakit!"
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai face painting terdekat
Baca
+Pustaka
Hasrat Terpendam Sang Kameramen

Hasrat Terpendam Sang Kameramen

“Aku akan cari tempat parkir yang dekat.” Mereka tiba di lokasi festival yang sudah dipadati ribuan pengunjung. Suara gamelan dan sorak-sorai riang memenuhi udara. Puluhan peserta dengan topeng berwarna-warni berparade di sepanjang jalan utama. "Lihat kerumunan itu," kata Beni sambil memarkir motor. "Ini lebih besar dari perkiraan kita." Nadia sudah turun dan mulai mengeluarkan perlengkapan. "Catherine ingin liputan yang komprehensif. Foto pembukaan, workshop pembuatan topeng, dan wawancara dengan peserta terbaik."
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai face painting terdekat
Baca
+Pustaka
TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR

TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR

Udara dipenuhi aroma sate yang terbakar, wangi jagung bakar, Takoyaki dimana-mana, dan suara riuh pengunjung yang datang berpasang-pasangan ataupun bersama teman-temannya. Arga dan Hina berjalan beriringan, pakaian festival mereka menarik beberapa pandangan. Hina tampak cantik dengan yukata bercorak bunga melati yang baru saja ia beli di stand sebelah rumah. Arga? Yah, dia hanya memakai kemeja lengan panjang sederhana, tapi setidaknya terlihat rapi. "Arga, lihat tuh…" Hina menunjuk ke arah stand topeng hantu. Ada berbagai macam topeng dari yang seram sampai yang malah terlihat kocak, seperti topeng tuyul dengan gigi ompong.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai face painting terdekat
Baca
+Pustaka
Unperfect Husband

Unperfect Husband

“Astaga! Apa yang sebenarnya terjadi?” Caraline buru-buru menyimpan kemeja Deric di laci, mendekat ke arah cermin rias. Ia masih bisa melihat rona merah di pipi dan senyum yang melintang lebar. “Aku tidak mungkin pergi dengan kondisi seperti ini. Orang-orang akan langsung mencapku gila.” Caraline membuka laci, mengeluarkan sebuah masker, kemudian memakainya. “Ini memang akan cukup menyiksa, tapi setidaknya aku tidak akan terlihat seperti orang gila karena terus tersenyum sepanjang hari.”
1047.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai face painting terdekat
Tampilkan Ulasan (59)
Baca
+Pustaka
Ramdani Abdul
Halo, author ingin mengabarkan jika cerita ini sudah tamat di bab 254. Terima kasih kepada semua pembaca yang sudah mengikuti perjalanan Caraline dan Deric hingga ke titik akhir. Semoga kita bisa kembali bertemu di cerita manis lainnya.
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
DERITA WAJAH JELEK

DERITA WAJAH JELEK

Sudah hitam, pesek, dan tengkorak kepalanya terlihat aneh lagi. “Apa-apaan kamu ini?! Jelas sekali kalau kamu memang preman yang sedang memakai topeng menyeramkan dan jelek sekali seperti itu! Cepat pergi sekarang atau saya akan teriak keras sekarang juga!” tegas wanita cantik tersebut yang membuat Bara semakin melotot. “Kurang ajar sekali mulut Anda ini?! Ini kulit dan wajah saya yang asli, beraninya Anda mengatakannya jelek dan menyeramkan di hadapan saya?!” sahut Bara meraung keras.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai face painting terdekat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status