Duda Tetangga
Vina, sudah mewanti-wanti agar Ica dapat mengontrol rasa bahagianya bila tak ingin makan malam yang berbau pedekate ini, gagal.
Mereka berempat menempati saung yang tak jauh dari _home band_ restoran tersebut. Alunan musik mengalun menemani para pengunjung yang sedang menikmati makanannya. Ica, sesekali melirik ke depan, menatap Fariz yang mengenakan masker, duduk di hadapannya.
"Om, mau makan, kok, maskernya nggak dilepas?" tanya Ica, yang mulai penasaran dengan wajah Fariz jika poninya tergerai.