Merebut Hati Suamiku
Namun, aku tidak menyangka bahwa yang datang adalah Kiyai Mahrus, dan berakhir pada perjodohan ini.
"Masih ada sisa waktu satu bulan, kamu bisa sholat istikharah. Tapi kamu nggak bisa menemui calon istrimu. Kamu tenang saja, dia itu sangat cantik. Hafizah, pintar, santun, senyumnya sangat manis. Dia sangat anggun, Nak. Umik nggak pernah melihat gadis lain se-anggun Ning Kayshilla ini." Umik menjelaskan dengan binar mata sumringah.
Aku hanya menoleh sekilas. Bukan kecantikan atau kesempurnaan sifatnya, tetapi pada siapa hatiku terpaut?
Bab Populer