Atasanku, Suami Keduaku
Masih dengan jarak yang bisa didengar telinga Panca, Arsya berkata, “Indah nggak akan ada penyesalan nantinya. Sampai detik ini setidaknya Indah sudah mencoba. Kalau wadah yang menampung kotor, air sebersih apa pun pasti akan ikut kotor. Jadi, sebelum dituang air bersih, wadahnya memang harus dibersihkan lebih dulu.”
“Mungkin wadahnya udah kotor sejak lama. Jadi, memang agak sulit dibersihkan.” Indah tersenyum penuh arti sementara tangannya tergenggam dalam kepalan tangan Arsya yang besar.