Petaka Malam Tahun Baru
“Agghh ... tolong ... tolong .... “ jerit Bastian kencang.
Aku mendekat dan langsung menempel plester di mulutnya, kini dia tak bisa bersuara lagi. Beberapa saat kemudian, cowok blesteran Indo-Jerman yang level kegantengannya itu di atas rata-rata, kini sudah terlecehkan oleh enam bencis. Aku tertawa puas, melihat dia meronta di dalam kegelapan malam dan tak bisa melawan lagi. Ini belum seberapa, akan ada yang lebih mengenaskan lagi dari ini, Bastian alias Davit.
Setelah Bastian terlihat tak berdaya, tak lupa kusiram air cabe yang sudah kusiapkan tadi. Dia langsung menjerit histeris kembali. Segera kuajak enam bencis itu untuk mengemasi segala atribut nyi kunti lalu segera pergi dari pantai