CINTA SANG KUPU-KUPU MALAM
lirihnya, satu persatu butiran bening itu kembali gerimis.
Aku menarik nafas panjang, sebelum menjawab pertanyaan Desi. "Bun, seumur hidup Uma, dia tidak akan pernah memiliki anak, karena Dokter telah mengangkat rahimnya. Waktu kecelakaan itu, rahim Uma hancur. Hingga jalan satu-satunya adalah mengangkat rahimnya agar bisa menyelamatkan nyawanya. Bisa kamu bayangkan jika kamu menjadi, Uma?" ucapku terhenti. Kerongkonganku tercekat mengingat kejadian itu.
Air mata yang bergelayut itu jatuh perlahan wajahnya berubah memerah. Dia hanya menggelengkan kepalanya dengan tatapan nanar.
Bab Populer