MERTUA IDAMAN
“Sudah. Hari ini cukup ruang tamu saja. Besok atau lusa bisa ditambah lagi ke ruang tengah dan kamar. Kalau capek seperti sekarang ini, gak usah dipaksa, Mira!”
Ibu mengajakku untuk duduk. Aku mengatur napas kemudian meraih segelas air minum yang ada di meja.
“Ibu, aku bisa, kan, melahirkan normal? Aku pendek, Ibu.”
“Bisa, dong. Nurut saja sama nasehat ibu! Nanti pasti bisa, kok. Selama hasil USG baik-baik aja dan dokter mengatakan bisa normal, kenapa harus takut? Usahamu udah maksimal. Kamu jalan-jalan, ngepel jongkok, dan senam hamil. Ibu yakin kamu pasti bisa.”