Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terjerat Cinta Dosen Baruku

Terjerat Cinta Dosen Baruku

Leena: Thanks ya, Van. Pesan itu tak langsung mendapat balasan. Leena lalu beralih fokus pada perban di tangan kirinya yang mulai terasa gatal. Ia mencoba membuka, tapi simpul perban itu terlalu kuat untuk dibuka dengan satu tangan. Sedikit kesal, Leena mendekatkan tangan ke mulut, mencoba menggigit ujung perban untuk menariknya. “Ribet banget sih,” gerutu Leena dengan nafas terengah karena tangan yang mulai pegal.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai gambar tangan di perban
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Sang Juragan

Jerat Cinta Sang Juragan

tanya Robi yang baru menyadari tangan kanan Lee, kemarin Lee masih mengunakan perban, jadi dia tidak tahu kondisi sebenarnya tangan lelaki itu. "Ah, iya. Ini udah agak mendingan." Lee mengangkat tangannya, membuat Rara juga bisa dengan jelas melihatnya, dan meringis melihat lebam biru yang menghiasi punggung tangan Lee. "Kena apa, sih? Seperti bekas benturan, ya?" Robi masih penasaran. "Salah pukul, Bi. Aku pikir tembok empuk, ternyata keras, hehehe."
1034.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai gambar tangan di perban
Baca
+Pustaka
Rahasia Suamiku dan Keluarganya

Rahasia Suamiku dan Keluarganya

Akhirnya aku bisa bernafas lega, memejamkan mata beberapa kali merasakan perih yang begitu menyiksa di kedua pergelangan tangan ditambah dengan perban di wajah yang mulai melonggar karena wajahku berkeringat begitu banyak. Jika perban ini terbuka maka bisa-bisa luka ini tidak akan mengering, aku harus segera pergi dari sini agar aku bisa mengobati luka di wajah dan juga tangan ini. Mengabaikan rasa perih, aku berusaha membuka ikatan di kaki. Sedikit kesulitan saat membuka ikatan karena pergelangan tanganku terasa perih, tetapi aku tidak ingin menyerah terus berusaha membuka ikatan ini.
1099.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.4K kali sebagai gambar tangan di perban
Baca
+Pustaka
Harta Tahta Berdarah Dua Tuan Muda

Harta Tahta Berdarah Dua Tuan Muda

’ Elena kembali ke sofa dan duduk disebelah Herlambang dengan membawa obat untuk jemari Herlambang beserta perban. “Bawa kesini, tangannya,” pinta Elena dan wanita cantik itu pun memangku tangan Herlambang dengan memegang jemari kelingking dan jemari manis yang memar dan meniup-niupnya. “Ini sakit sekali ya? Memar dua jemarinya, Om. Maafin Lena ya..., nggak sengaja. Maaf ya Om...,” ujarnya terus menerus sembari memberikan pengobatan pada tangan Herlambang dengan sesekali ditiup-tiupkannya.
109.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 302 kali sebagai gambar tangan di perban
Baca
+Pustaka
Nona Badut itu Ternyata Istri Mafia

Nona Badut itu Ternyata Istri Mafia

Berbicara dengan Raline memang sabarnya harus dibanyakin. "Kok gue? Emangnya gue sakit apa?" Raline bingung. Mengapa ia disebut membutuhkan dokter padahal keadaannya baik-baik saja. "Coba sekarang lo liat tangan kanan lo." Teguh menunjuk perban putih yang membalut telapak tangan Raline dengan dagunya.
1039.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 782 kali sebagai gambar tangan di perban
Baca
+Pustaka
Dinodai Sebelum Malam Pertama

Dinodai Sebelum Malam Pertama

Darurat. Nuha tak bisa melakukan aktifitas dulu beberapa waktu. Beruntung cepat ditangani sehingga kulit tangannya tak sampai melepuh. Hanya saja untuk tetap menjaga area luka yang terkena air panas maka dibalut perban untuk melembabkan. “Makasih,” cetus Nuha membuat jari jemari Darren berhenti saat melilitkan perban. Nuha berterima kasih pada Darren, murni karena dia sudah menolongnya.
10146.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.6K kali sebagai gambar tangan di perban
Baca
+Pustaka
Here To Hurt You

Here To Hurt You

tanya Dokter Arsen. Auris mengangguk matanya tidak lepas untuk memandangi Arsen. "Aku akan mengganti perban" ucap Arsen lalu menyiapkan untuk mengganti perban di sikut Auris, lukanya masih belum kering. 'Kenapa Dokter ini terlihat sangat tampan dari hari biasanya' batin Auris ingin menjerit. "Jangan banyak bergerak di area tanganmu nanti bisa memperlambat penyembuhan"
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai gambar tangan di perban
Baca
+Pustaka
Suamiku, Sayangilah Aku!

Suamiku, Sayangilah Aku!

Lalu, dia mengambil perban untuk membalut kakinya. Namun, perban di sini berbeda dari perban yang pernah digunakan Sienna sebelumnya. Ini bukan perban medis, tetapi jenis perban koreksi pergelangan kaki yang profesional. Sienna mencoba membungkus pergelangan kakinya selama beberapa saat. Namun, bahkan saat hidungnya mulai berkeringat pun, Sienna masih belum berhasil membalutnya.
9.3855.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27.4K kali sebagai gambar tangan di perban
Tampilkan Ulasan (296)
Baca
+Pustaka
Syima Hasyim
dr sinopsis atas tu udah tau cerita akn panjang dan bertele-tele sbb sienna akan ke luar negeri lgi bertemu FU YANCHENG YG X DEKAT DENGAN WANITA, JATUH CINTA DENGAN DESIGNER BARULAH(SIENNA),YG TOLONG SIENNA KETIKA SUSAH D LUAR NEGERI,harapan sy author jgn tenggelamkan watak jacob ya,SEMANGAT AUTHOR.
Nita Nita
dear mimin, klow boleh saran tolong cepet di ketahui donk klow sis nana sodaraan si shankar kuda......biar lily pingsan lngsung mati. trus biarkan Desmond blik Normal dan siena bisa hidup bahagia breng Desmond, gimana pun itu kan cinta matinya dan dibandingkan jakob aq lbih milih desmon cuz dia tulus
Baca Semua Ulasan
Bukan Aku Tak Setia

Bukan Aku Tak Setia

Bahkan tanpa ada yang menyadari, perban yang membalut tangannya berubah warna, karena dia terlalu banyak bergerak. "Sshh, perih!" lirihnya pelan, tak ingin ada yang tau, kalau sebenarnya dia tengah merasakan sakit lagi
1015.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 498 kali sebagai gambar tangan di perban
Baca
+Pustaka
Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati

Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati

Dengan bantuan Malcolm, Darlene melepaskan perban di sepuluh jarinya. Saat melihat dari samping, Kenward mengernyitkan alisnya. Tangan Darlene jelas masih belum sembuh, tetapi Darlene tetap bersikeras untuk tampil. Setelah itu, tatapannya jatuh ke tangan Malcolm yang melepaskan perban dengan sangat hati-hati, seolah-olah tangan Darlene adalah benda rapuh. Dia pun mengernyitkan alisnya makin dalam.
9.567.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai gambar tangan di perban
Tampilkan Ulasan (31)
Baca
+Pustaka
Martha Bom
Jalan ceritanya sebenarnya bagus, tapi terasa membosankan. Kapan ya Darlene akan mulai bertindak tegas? Saya sudah baca sampai chapter 63 loh, tapi karakter Darlene seperti tidak menunjukkan perkembangan. Agak membosankan karena Darlene selalu mengalah.
ChaShop Ok
tolong dong ini author alurnya jangan terlalu bertele2, masa ini darlene dibuat bodoh trs, selalu kejebak jebakan2 yang sepele, manusia pada dasarnya selalu berevolusi dan belajar dri kesalahan, lah ini masa darlene selalu terjebak dan kek gk pernah belajar dri kesalahan, selalu jadi korban
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status