Kesayangan Tuan Elian
tanya Maya sambil mendekat, matanya tertuju pada tangan Boy yang dibalut perban tipis karena sedikit melepuh.
Boy mengangkat tangannya, memperhatikannya dengan raut wajah yang sengaja dibuat sedih, seolah itu adalah tragedi estetika terbesar abad ini. "Sakit, May! Lo tahu sendiri kan, gue itu rajin banget perawatan, krim malam gue nggak pernah absen, tapi malah jadi hancur begini. Gimana nasib kulit halus gue?"