LOGINSelama 26 tahun hidup, Raline merasa kesialan kerap mengikutinya ke mana pun ia melangkah. Dua kali dia berhubungan dengan pria dalam waktu cukup lama. Namun, keduanya meninggalkan Raline dan menikahi perempuan lain. Belum lagi, ayahnya pun sekarang bangkrut dan terlilit hutang! Tak ada yang membantunya, sampai Raline bertemu dengan Axel Delacroix Adams. Dalam kurun waktu empat menit, ia dilamar oleh mafia sadis sekaligus kakak laki-laki Lily, rivalnya dulu. Pria itu juga menawarkan uang dua milyar untuk membayar hutang ayahnya. Seperti apakah takdir cinta Raline kali ini? Belum lagi ... untuk menghidupi keluarganya, kali ini Raline memilih untuk menjadi badut jalanan. Apakah Tuan Mafia Kejam itu mau menerima istri yang bekerja sebagai Badut?
View More"Heh, Cecev Saklitinov. Ponakan lo bapaknya orang Rusia ya?" Axel bersiul. Hebat juga adik Kang Endang ini bisa mendapatkan suami orang Rusia. Karena sepengetahuannya keluarga Kang Endang itu suku Sunda. "Bukan, Boss. Adik ipar saya teh namanya Mulyono, orang Jawa. Mana ada orang Rusia panggilannya si Mul?" Kang Endang meringis."Lah, itu namanya kenapa Cecev Saklitinov? Cecev-nya huruf V lagi, bukan P," tukas Axel lagi."Itu mah cuma singkatan, Boss. Saklitinov itu teh singkatan dari Sabtu kliwon tiga November kata bapaknya." Kang Endang nyengir."Astaga." Axel menggeleng-gelengkan kepala sementara Bang Raju tersedak kopi. Nama keponakan Kang Endang memang antik."Boss, dicariin Mbak Raline." Bik Sari berlari-lari kecil menghampiri Axel. Nyonya mudanya kebingungan karena tidak menemukan bayinya."Nah, jagoan. Kita sudah dicariin. Kita ke mamamu dulu ya? Nanti Papa akan membawamu ke ruang bawah tanah. Banyak jalan-jalan rahasia yang harus kamu ingat nantinya." Axel mempercepat langka
Axel tak henti-hentinya mengagumi putranya yang baru saja pulang ke rumah. Setelah empat hari lamanya berada di rumah sakit, ini adalah hari pertama sang putra berada di rumah sendiri. Gemas, Axel mengelus jemari putranya. Menghitung jumlahnya yang sempurna dalam ukuran yang sangat mungil. "Bangun dong, jagoan. Masa tidur terus sih? Baru aja minum susu eh sekarang udah tidur lagi. Papa 'kan pengen main sama kamu." Axel menjawil pipi sang putra lembut. Putranya yang saat ini masih tertidur dalam boks bayi, hanya meresponnya dengan erangan khas bayi."Namanya juga bayi umur empat hari, Mas. Kerjaannya kalo nggak minum susu ya molor. Kata dokter anak bayi usia nol sampai satu bulan itu minimal tidur sekitar enam belas jam sehari." Raline yang baru keluar dari kamar mandi memberitahu Axel. "Begitu ya? Ya udah, Xander bobok aja kalau gitu. Papa mau mesra-mesraan dengan mama dulu ya?" Axel mengecup pipi Raline mesra, saat istrinya itu duduk di sudut ranjang."Mas, beneran nggak ilfeel nge
Raline ada di tempat tidur aneh dengan penutup kepala seperti dirinya. Tangan kirinya diinfus sementara hidungnya dipasang selang oksigen. Tubuh Raline ditutupi semacam kain berbahan parasut. Hal aneh yang Axel maksud adalah mengenai ranjang Raline. Ranjangnya memiliki dua penyangga. Di atas penyangga itulah kedua kaki Raline diletakkan. Sementara kedua tangan Raline diletakkan pada pegangan tangan di sisi kanan dan kiri ranjang. Posisi berbaring Raline juga aneh. Ia tidak berbaring dalam posisi tidur telentang. Melainkan setengah duduk dengan kedua kaki terbuka lebar. Axel sebenarnya tidak nyaman melihat posisi Raline seperti ini. Namun ia sadar mungkin inilah posisi orang yang akan melahirkan."Kalo lo mau menemani istri lo melahirkan, jangan banyak protes. Gue udah melakukan prosedur yang benar. Tolong lo jangan mendebat gue di saat yang tidak tepat." Dokter Saka lebih dulu memperingati Axel yang ekspresi wajahnya sudah menyiratkan ketidaksenangan. Axel menarik napas panjang dua k
"Dokter, Suster, tolong istri saya!" Axel berteriak keras setelah mobil yang dikendarai Pak Hamid berhenti di parkiran UGD rumah sakit. "Ini petugasnya pada ke mana sih? Masa rumah sakit sebesar ini nggak ada petugasnya? Brankar mana brankar?" Axel meneriaki petugas di ruang UGD."Sabar, Mas. Ini tengah ma--malam. Itu petugasnya juga sudah berlari ke dalam. Pasti mereka akan mengambil brankar. "Raline menenangkan Axel dari dalam mobil."Lama! Ayo, lo gue gendong aja, Istriku. Menunggu petugas membawa brankar, anak kita keburu lahir di dalam mobil," rutuk Axel kesal. Axel membuka pintu mobil. Mengambil ancang-ancang menggendong Raline. Axel tahu Raline pasti sedang kesakitan walau istrinya itu tidak bersuara. Wajah Raline sudah basah oleh keringat dan ia juga terus menggigit-gigit bibirnya. Pasti istrinya itu bersusah payah menahan suara erangan kesakitan agar dirinya tidak khawatir.Namun aksinya urung dilakukan karena petugas rumah sakit sudah menyiapkan brankar. Axel hanya menggend
"Ya, gue lupa kalo lagi pake jaket kulit. Kagak ada kancingnya," keluh Raline. "Oke gue keluar aja berjaga di Barat Daya. Tapi masalahnya Barat Daya itu di sebelah mana? Gue kagak tahu," keluh Raline bingung."Apa sebaiknya gue telepon si Badai aja. Biar ntar kalo ada apa-apa, polisi yang turun tanga
Axel membelai rambut lembab Raline yang tertidur di bahunya. Raline baru saja selesai memberi keterangan di kantor polisi. Raline menceritakan secara langsung kronologis peristiwa penculikannya. Sekarang Raline tertidur kelelahan di dalam mobil yang dikemudikan oleh Erick. Axel sengaja duduk dibaris
"Selamat." Raline bersyukur bahwa ia masih bisa selamat untuk kedua kalinya dalam satu hari. Kalau dipikir-pikir, dirinya sudah menjadi seorang mafiawati mandiri saat ini. Raline membuka jaket dan kulotnya yang bolong-bolong. Membersihkan luka-lukanya di bawah air mengalir, serta membubuhi obat luka
Saat Raline terbangun, ranjang di sisinya telah kosong. Raline meraba sisi ranjang. Dingin. Itu artinya Axel sudah pergi cukup lama. Raline memindai jam dinding. Pukul 05. 05 WIB. Ke mana Axel pada pagi-pagi buta begini? Padahal mereka baru tidur hampir pukul tiga dini hari. Raline bergegas ke kamar






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore