Kembalinya sang Dewa Perang
Tidak ada luka di tubuh pemuda itu, hanya ada lima jari tangan di tangan kanannya yang dibungkus dengan perban tebal, dan perban itu sudah memerah, jelas terlihat kalau itu berlumuran darah.
Frank melihat perban itu menjadi merah, raut wajahnya menjadi sangat jelek lalu berteriak keras. “Emma!”
Setelah teriakan Frank, di dalam sebuah ruangan kecil di dalam kamar, seorang gadis bergegas keluar dan matanya terlihat sedikit hitam. Gadis itu menguap beberapa kali, jelas dia sudah tidak cukup tidur untuk waktu yang lama.
“Tuan ….” Gadis kecil itu menatap Frank dengan takut dan tubuhnya sedikit gemetar.
Hot Chapters