Pemuas Hasrat Dosen Tampanku
“Aku sebenarnya tidak masalah kalau kau mau tersenyum. Tapi bukan berarti kau akan menampakan tampang seperti itu selama aku disini kan?”
“Kenapa memangnya kalau aku tersenyum? Kau tidak suka?” jawab Jiyya, ekspresi wajahnya tidak kunjung berubah dan lebih karena Jiyya memang ingin menggodanya sedikit lebih lama saja.
Silvana mendecak, dia berpaling untuk mengambil dua gelas kaca dan menuangkan gin ke dalam gelas dengan takaran yang sama. Lalu mencari tonik water sebagai tambahan kedalam gelasnya dengan wajah yang sedikit tersipu. “Ya, ya, terserahlah. Tapi aku senang kok,” kata Silvana seraya menatap sahabatnya. “Kau sendiri?”