Gadis Desa Itu Istri CEO
“Makanlah perlahan, jangan sampai terburu-buru. Kalau ada yang kurang atau mau menambah, bilang saja, aku akan ambilkan lagi.”
Belum sempat Laras mengucapkan terima kasih, tiba-tiba James pun datang mendekat, memegang sebuah gelas kristal berisi minuman berwarna keemasan yang terlihat sangat menyegarkan. Ia menaruh gelas itu tepat di sebelah piring yang baru saja diserahkan Niko. “Ini minuman khusus yang aku pesankan sendiri. Campuran buah persik dan madu, tidak terlalu manis dan tidak mengandung alkohol. Aku tahu kamu tidak suka minuman yang terlalu keras atau terasa tajam,” ujar James dengan nada yang tenang namun tegas, meski kali ini tidak terdengar sedikit pun nada dingin yang biasa ia
Capítulos em Alta