Sistem Medis Dokter Jenius Masa Depan
Matanya menatap Jason, membujuk; bibirnya gemetar.
“Ampun, Jason... aku ini masih bibimu! Tolong jangan bunuh aku!” Suaranya pecah, hampir menjerit dalam tuntunan penyesalan yang dipaksakan.
Jason berdiri kaku. Angin sore mengangkat sedikit rambutnya, membawa bau rumput yang digerus, dan logam dingin dari pistol yang kini ia keluarkan perlahan — sebuah Glock-17 hitam menyelinap dari balik pinggangnya, permukaannya memantulkan sisa-sisa cahaya matahari. Suara logam itu beradu dengan detak jantung Nadia yang terdengar kencang sampai hampir memenuhi ruang kosong di antara mereka.