Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Raise - Betrayal of The Knight Templar Season 1

Raise - Betrayal of The Knight Templar Season 1

Hugo menyuruh Muhanov mendekat dan dia mulai berbisik “Ada sedikit kekacauan di Vangarian sekarang. Dan kami berdua ingin kamu melakukan sesuatu.” “Baiklah, tapi bisakah kau meminjamkanku uang dulu?” “Nih.” Hugo melemparkan sebuah peluru berwarna perak di depan Muhanov, “Kau tidak perlu mengembalikannya. Aku berikan khusus untukmu.” “Kau bercanda? Aku butuh uang, bukan peluru!” “Kau bisa menjualnya. Itu peluru dari Gunslinger, Silver Bullet”
9.76.8K viewsCompletedAdded to Library 203 Times as gun off
Read
+Library
Pak Dosen Tak Bisa Melepaskanku

Pak Dosen Tak Bisa Melepaskanku

Garda bangkit dengan sigap, namun ia meremehkan kegigihan seorang predator yang terdesak. Gun berguling ke arah semak, jemarinya menyambar gagang logam dingin yang tadi terlempar. Dalam satu gerakan mengalir, ia menarik kokang. Klik. DOR! Tangan Gun bergetar hebat akibat benturan sebelumnya, membuat bidikannya sedikit melenceng. Peluru kaliber 9mm itu melesat, merobek udara dan menggores lengan atas Garda hingga menembus otot.
10794 viewsCompletedAdded to Library 31 Times as gun off
Read
+Library
VIGILANTE

VIGILANTE

tanya Fox, ia menurunkan Glock Seventeen warna hitam dan mengosongkan pelurunya. “Fox, aku memujimu karena tak ada keraguan menodongkan pistol ke arah seseorang yang sudah menolongmu.” Gin terlihat santai walaupun sempat ditodong senjata oleh Fox. Gin memperingati Fox agar tidak membawa senjata api ke kantor tempat ia bekerja sekarang. Namun, Fox beralasan untuk berjaga-jaga jika bertemu seseorang yang sedang memburunya saat ini. Gin meyakinkan Fox jika orang yang memburunya akan sangat sulit menemukannya jika di bawah perlindungan Gin. Jika Fox ketahuan membawa senjata api pasti Gin akan direpotkan karena hal itu.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as gun off
Read
+Library
Obsesi Tuan Hagen

Obsesi Tuan Hagen

Sembari mendesis dengan suara rendah, Copper mengisyaratkan keduanya untuk tetap diam dan tidak menarik perhatian apa pun di luar sana. “Jika aku mendengar kalian bersuara sedikit saja, aku tidak akan segan-segan menghadiahi dengan sebutir peluru yang akan menembus kepala masing-masing dari kalian.” Mendengar itu, Irene tampak ingin semakin mencoba. Dia hendak membuka suara, saat tiba-tiba Copper mengeluarkan Glock dari saku celana bagian belakang dan mengarahkan moncong benda tersebut ke kepalanya.
9.993.9K viewsCompletedAdded to Library 3.6K Times as gun off
Read
+Library
Putri Palsu Jadi Pewaris

Putri Palsu Jadi Pewaris

Dia kembali menembak. Dor! Dor! Dor! Peluru terakhir keluar dari magazen. Klik! Glock 17 sudah kosong. Tapi, para pengejar tidak ada satupun yang gugur ataupun mundur. “Brengsek!” teriak Nuna. Nuna langsung membuang magazen lama. Belum sempat memasang yang baru, suara tembakan terdengar lagi. Dor! Peluru musuh menghantam pintu belakang.
101.3K viewsOngoingAdded to Library 31 Times as gun off
Read
+Library
Aku Pria Biasa yang Tinggal dengan Enam Wanita Berbahaya

Aku Pria Biasa yang Tinggal dengan Enam Wanita Berbahaya

Percikan api menyambar wajahnya yang dingin. Raka memeriksa Glock di tangannya. Sisa tujuh peluru. Mengganti magasin dengan satu tangan di tengah baku tembak jarak dekat adalah bunuh diri. Jika ia nekat menembak, peluru 9mm miliknya hanya akan memantul dari zirah mereka seperti kerikil. Para prajurit itu maju dengan formasi phalanx yang presisi. Sepatu bot magnetik mereka berdentang berat di atas lantai logam, menstabilkan tubuh mereka dari guncangan kereta.
10687 viewsOngoingAdded to Library 13 Times as gun off
Read
+Library
Ex-Husband After Divorce

Ex-Husband After Divorce

Itu adalah pistol kesayangannya. Ya. Pistol. Tipenya adalah Glock 17. Benda berbahaya itu dikeluarkan Reino dengan kasual, seolah sudah sering menggunakannya. Dia memeriksa peluru dan kondisi benda itu. “Anda akan membawa senjata api?” tanya Hadi yang menyusul masuk. “Apa kau bodoh? Tentu saja aku butuh alat perlindungan diri,” gertak Reino menyelipkan pistolnya ke celana.
1067.8K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as gun off
Read
+Library
My Brilliant Doctor

My Brilliant Doctor

Suara tembakan demi tembakan membuat siapapun yang berada dijalan tersebut lebih memilih untuk menepi. "Shit! Mengapa ia menemukan ku?!!" Vin segera memasang anti peluru dalam jaket kulit navy yang ia kenakan, lalu kembali mengarahkan desert eagle pada mobil Koenigsegg CCXR Trevita silver milik salah satu anggota Mafia Checnya. Sialnya ia tak memiliki banyak peluru dan hanya menggunakan Desert eagle untuk menembak lawan. "Aku kira ada penghianat kedua setelah Gagiyev," jawab Matt santai namun matanya masih menajam pada jalanan didepannya.
1025.6K viewsCompletedAdded to Library 973 Times as gun off
Read
+Library
Dibeli oleh Pangeran Milyarder

Dibeli oleh Pangeran Milyarder

untuk terakhir kalinya. "Yang Mulia." Arnold menelengkan kepalanya ketika dia muncul di ambang pintu. "Anda memanggil saya?" Grayson mengangguk. "Apa kau tahu peluru macam apa yang Piers gunakan? Pistol jenis apa?" Arnold berpaling, berpikir, lalu mengangkat pandangannya dan menatap mata Grayson. "Jenisnya adalah pistol semi-otomatis Smith & Wesson."
1.3K viewsCompletedAdded to Library 49 Times as gun off
Read
+Library
PAMANKU SUAMIKU

PAMANKU SUAMIKU

'' Ardan menunjukkannya dengan jelas di hadapan Aruna seperti apa wujud dari senjata taktis yang dimiliki Ardan, pistol jenis GLOCK 19 beserta dokumen resmi izin kepemilikan senjatanya. Aruna terperangah melihat betapa santainya Ardan menunjukkan sebuah senjata di hadapannya, bahkan Ardan dengan lihai memeragakannya. Ardan membuka slot peluru dan menutupnya kembali dengan lancar tanpa hambatan di hadapan Aruna. Hal itu jelas membuktikan bahwa senjata yang ditunjukkan Ardan itu asli, bukan mainan.
5.9K viewsCompletedAdded to Library 117 Times as gun off
Read
+Library
PREV
123

Frequently Asked Questions

Menggali makna dari frasa 'so take aim and fire away' bisa mengingatkan kita pada keberanian untuk bertindak tanpa ragu. Bayangkan kamu sedang menikmati episode terbaru dari 'Attack on Titan', di mana semua karakter berjuang untuk mencapai tujuan mereka meskipun harus melewati banyak rintangan. Frasa ini, dalam konteksnya, memiliki arti mendasar bahwa kita perlu menargetkan impian kita dan berani mengejar mereka dengan semangat. Momen ini menggugah perasaan saat saya sedang berbincang dengan teman tentang anime, dan kami sama-sama setuju bahwa menghadapi ketakutan dan beraksi adalah langkah pertama menuju pencapaian. Ada rasa berapi-api dalam berbicara tentang ambisi, seperti saat saya memberi semangat kepada teman untuk mengikuti kompetisi cosplay. Terasa seperti menembakkan panah ke arah sasaran yang jelas, bukan? Ketika kita mengambil aim dan fire away, kita tidak hanya bertindak, tetapi kita juga melibatkan emosi dan keberanian yang mendalam, merasakan kepuasan ketika usaha kita berbuah manis. Setiap langkah yang kita ambil mengingatkan kita bahwa keberhasilan dimulai ketika kita bersedia keluar dari zona nyaman, hanya dengan sebuah tekad yang kuat dan penuh keyakinan.

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status