PLAYER
Ervin bersandar di tembok, seperti sengaja menunggunya keluar dari toilet.
“Kamu—”
“Iya, aku nunggu kamu.”
Smooth! Arla semakin yakin kalau lelaki di hadapannya ini pro player, bukan dalam artian gamer—walaupun Arla juga tidak tahu, siapa tahu Ervin memang benar-benar pro player sebuah game—tapi yang ada di pikiran Arla adalah pro player untuk menaklukkan wanita.
“Ada apa? Oooh iya, aku belum ganti makan siang yang tadi kamu bayarin.”
Hot Chapters