Berhenti Menggodaku, Kakak Tiri!
Ia melipat kemeja dan celana pria itu dengan sangat rapi, menatanya di atas nakas dengan presisi, seolah-olah ia sedang mempersiapkan kebutuhan pasangannya.
Setelah itu, jemarinya bergerak ke arah jari manisnya sendiri. Ia melepaskan cincin yang diberikan Adhikara beberapa saat lalu.
Ia meletakkan cincin itu dengan suara berdenting pelan di atas nakas, tepat di samping kartu kredit hitam yang sebelumnya juga diberikan Adhikara kepadanya.
"Semoga kau bahagia dan tolong, lupakan aku. Karena aku juga tidak ingin mengingatmu lagi. Selamat tinggal," bisik Lyra sekali lagi dengan suara parau.