Suara Hantu di Kamar Tamu
Kuhembuskan napas berat lalu turun dari tempat tidur dan membuka pintu.
Dahi ini kembali berkerut saat mendapati Vika di depanku sambil menenteng sekotak pizza, wajahnya terlihat sangat bersahabat.
“Pak Radit, tadi saya order satu porsi pizza tapi malah diantar dua. Ya sudah, buat Pak Radit deh satu, saya nggak mampu menghabiskannya.” Dia mengulurkan kotak pizza ke tanganku.
Aku tersenyum tipis dan menerima pizza itu, lalu berkata, “Terima kasih ya, Mbak Vika.”