Dendam Pernikahan Pewaris Tampan
Tapi kali ini berbeda, semuanya sibuk, bahkan kepala pelayan tampak panik mengatur dekorasi bunga segar.
“Mbak, ini kenapa rame banget? Ada acara apa, ya?” tanya Nayara pelan kepada salah satu Maid.
Kepala pelayan itu menoleh cepat, nyaris menjatuhkan vas di tangannya. “Oh, Bu Nayara! Ibu Dian belum sempat kasih tahu, ya? Siang ini ada arisan ibu-ibu sosialita. Harusnya diadakan di rumah Ibu Herly, tapi beliau mendadak sakit. Jadi, Ibu Dian bersedia jadi tuan rumah pengganti.”
Hot Chapters