CHAT NAKAL ISTRIKU
Satu pukulan mendarat di wajah Aidah hingga sudut bibirnya terluka.
Aidan menyeka sudut bibirnya yang berdarah, kemudian tersenyum.
"Wow,"
"Istrimu baru saja kehilangan Janinnya, dan kau malah disini, bukannya di sana untuk menghiburnya," hardik Hamid, menatap tajam ke arah Aidan.
"Bukankah ada Ayah yang selalu mewakilkanku," Aidan tersenyum sinis.
"Apa maksudmu Aidan!"