OBSESI sang Berondong HYPER
Shinta, asistennya, berbisik tepat di samping telinganya.
Kania tersentak kecil, memaksakan senyum tipis yang terasa kaku. "Iya, Shin. Kurang tidur aja. Banyak pikiran karena laporan audit yang numpuk."
"Yah, wajar sih. Tapi denger-denger, hari ini bakal ada penyelamat. Pak Baskoro udah semringah banget dari pagi. Investor baru kita ini kabarnya jenius, masih muda, dan yang paling penting... punya uang tanpa seri." Shinta terkekeh, tidak menyadari bahwa setiap kata 'muda' dan 'investor' membuat perut Kania mual.
Hot Chapters