Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Legenda Dewa Nusantara: Perang Dua Benua

Legenda Dewa Nusantara: Perang Dua Benua

"Tanah ini... terasa aneh. Seperti ada sesuatu yang bersembunyi di bawahnya." Seketika itu juga, tanah di bawah mereka bergetar hebat, dan dari retakan yang tiba-tiba muncul, melesatlah beberapa batang besi tajam yang memanjang seperti jebakan mematikan. Gema dan Roro melompat mundur dengan cepat, nyaris tertusuk batang-batang tersebut. Jaka, dengan refleks luar biasa, menghancurkan beberapa batang besi yang mengarah padanya dengan Kuku Baja Tandingan.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 105 Times as besi menajamkan besi
Read
+Library
Ambisi Sang Penguasa

Ambisi Sang Penguasa

Harus cari cara lain agar bisa mengambil kunci secara aman. Di belakang pintu ada sebilah besi panjang, biasa digunakan untuk membereskan bara di perapian. Emma mencengkeramnya kuat-kuat. Ia berjalan mengendap-endap, walau tubuhnya gemetar, tetapi genggamannya teramat kuat. Tegar untuk melawan si penjahat.
104.7K viewsOngoingAdded to Library 145 Times as besi menajamkan besi
Read
+Library
Pelukan Panas Tukang Kebun

Pelukan Panas Tukang Kebun

Sebuah benda berbahan besi pekat meluncur cepat dari luar, menghantam lantai semen dengan bunyi dentang yang keras lalu menggelinding tepat di tengah ruangan. Ssssshhh! Hanya dalam hitungan detik, benda mirip botol besi itu mengeluarkan bunyi mendesis yang nyaring dan langsung menyemburkan asap putih pekat yang sangat tebal. Asap airmata bercampur gas pelumpuh itu dengan cepat memenuhi seisi ruangan kecil yang pengap tersebut.
104.0K viewsCompletedAdded to Library 160 Times as besi menajamkan besi
Read
+Library
Tidak Untuk Dimiliki

Tidak Untuk Dimiliki

Cengkeraman Baskara kuat, besi, dan sama sekali tidak mentolerir perlawanan, menghentikan gerakan wanita itu seketika. Aura panas dan memabukkan yang tadi menyelimuti mereka lenyap begitu saja, digantikan oleh hawa dingin yang menusuk hingga ke tulang. Baskara menatapnya. Mata gelap pria itu tidak lagi berkabut oleh gairah yang membara, melainkan kembali menjadi es hitam yang tajam, kalkulatif, dan mengerikan.
948 viewsOngoingAdded to Library 35 Times as besi menajamkan besi
Read
+Library
Planet Suryakanta dan Ke-5 Kapita Almiya

Planet Suryakanta dan Ke-5 Kapita Almiya

Sekelebat tapi menusuk, Naya menyadari tatapan itu tapi tetap bersikukuh untuk tidak acuh. Bola besi terlempar lebih jauh. Tapi bagi Naya, hal ini masih tidak cukup. Ia ingin mencapai garis batas terakhir, bahkan lebih, demi menguras amarah, rasa tidak adil, dan keruwetan yang sedang ia rasakan sampai habis tak tersisa. Matanya tertuju ke depan begitu tajam, fokus pada titik jauh di depan. Dengan bola besi kedua, Naya berancang-ancang tak memperdulikan Sunam yang sedari tadi menyenderkan bahunya ke pohon, termasuk juga anak-anak yang saling riuh bersahut-sahutan sembari bermain sepak bola. Entah itu makian, perintah, hingga candaan terdengar bergantian sepanjang permainan.
3.0K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as besi menajamkan besi
Read
+Library
ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA

ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA

Di samping mangkuk itu, ada bola besi sebesar telur puyuh. "Aku tak pandai main judi. Meski aku mempelajarinya. Otakku menolak untuk mengerti," ujar Luna yang sudah kembali duduk di sampingnya. Seketika Mexzo tertawa. Ia menggeleng. Laki-laki itu menoleh pada wanita Chinese. "Beby. Set a fire!" (Terjemahan: Tunjukkan performa terkerenmu!)
10273.7K viewsCompletedAdded to Library 10.7K Times as besi menajamkan besi
Read
+Library
Klorofil

Klorofil

Duk! Wuuush! Angin kembali berhembus saat kepalan tangan Bian beradu langsung dengan benda yang terbuat dari besi itu. Krak! “A-apa? Bunyi itu!” Brak! “Aku masih bisa mengendalikannya meskipun terasa sulit. Ini berarti … dia hanya berhasil menghancurkan setengah dari inti itu. Aku harus mengaktifkannya ketika dia lengah!”
9.96.8K viewsCompletedAdded to Library 251 Times as besi menajamkan besi
Read
+Library
Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

"Target kena!" Di ujung lapangan uji, sasaran besi berat hancur dengan ledakan keras, percikan api terbang ke mana-mana. Permukaan besi hangus dan melengkung, dengan penyok seukuran mangkuk, seolah-olah telah dihancurkan oleh tinju yang marah. Panah biasa pada perisai kayu di samping barely tertembus, gagal menembus lapisan kedua, menciptakan kontras yang mencolok.
9.78.5K viewsCompletedAdded to Library 270 Times as besi menajamkan besi
Read
+Library
Curug Kembar Pintu Gerbang Dunia Lain

Curug Kembar Pintu Gerbang Dunia Lain

> Dimas: “Aku akan memberi kalian satu penanda. Kalau kalian merasa dunia mulai berubah—bau tanah anyir, angin yang berputar tanpa arah, atau suara langkah yang tidak kasat mata—itu berarti mereka sudah sangat dekat. Jangan ragu untuk memanggil namaku. Aku akan bantu dari jauh.” Ningsih menunduk, merapikan kain selendangnya, lalu berkata pelan: > Ningsih: “Baik, Mas. Kami siap.” Dimas menoleh pada Arga, pandangan tajamnya menyiratkan peringatan terakhir: > Dimas: “Ingat satu hal, Ga. Besi itu bukan senjata. Dia hanya kunci. Dan kunci selalu punya dua arah—bisa menutup… atau membuka.”
1.4K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as besi menajamkan besi
Read
+Library
Invasi Beast

Invasi Beast

Di tangannya, besi mencair dan menyelimuti kedua tangan seperti sarung tempur. Ia menatap punggung-punggung yang lari, lalu membidik dengan tenang. SHUP! SHUP! SHUP! Jarum-jarum besi melesat sunyi. Kepala mereka terangkat sejenak lalu ambruk satu demi satu, tak bersuara. Wanita itu menghela napas di antara mayat-mayat yang berserakan. "Padahal aku cuma mau pinjem baju, loh."
846 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as besi menajamkan besi
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status