Pesugihan Kandang Bubrah
Makhluk itu sangat besar, tinggi lebih dari dua meter, tubuhnya kurus dengan kulit yang tampak seperti kulit mayat yang sudah membusuk bertahun-tahun.
Matanya kosong, hanya rongga hitam yang menganga dalam. Giginya panjang dan tajam, menjulur keluar dari rahangnya yang tampak tidak proporsional.
Ia berdiri sepenuhnya, lalu menoleh ke arah mereka dengan gerakan yang lambat.
Ustadz Harman menarik napas tajam. “Astaghfirullah… ini bukan makhluk biasa.”
Arif menatap makhluk itu dengan ekspresi yang sulit ditebak. “Dia adalah penjaga gerbang Kandang Bubrah.”