PERFECT HUSBAND
ucapku terbata, dia memandang hangat mataku dan meremas jemariku.
“Ini adalah awal untuk kehidupan baru kita, jadi mulai sekarang hidupku hanya tentang kandungan ini, kamu dan Azzam.”ucapnya, aku terdiam sejenak, walau aku ingin sekali membahas Zura tapi aku tau itu hanya akan merubah Mood mas Feri.
“Baiklah sayang,”lirihku tertunduk dia mengelus pipiku dan berkata.
“Terima kasih, telah hidup untukku Ina.”ujarnya, aku terkekeh.
Bab Populer