Tuan, Aku Hamil!
bisik Opa dengan suara penuh rasa syukur, matanya tak lepas menatap bayi kecil itu.
Aku melihat semua orang yang ada di ruangan, Gavin, Talitha, Devan, dan Opa—semua memancarkan kebahagiaan yang sama. Meski tubuhku masih terasa lemah dan nyeri, hati ini terasa penuh. Anak kami—laki-laki yang sudah kami nantikan dengan penuh harapan dan cinta—akhirnya lahir dengan selamat.