Mari Berpisah, Mas
Hanif lekas membuka matanya, ia pun melihat sang istri yang tengah merintih.
Seketika ia terlonjak kaget dan langsung memegang tangan istrinya.
"Mas, sakit," ucap Tania.
"Apa mungkin kamu mau melahirkan, Sayang?"
Tania menggeleng, ia sendiri juga tidak tahu. Ini adalah kehamilan pertama, memang kalau prediksi Dokter kurang dua hari lagi ia melahirkan, tetapi bukankah prediksi itu bisa saja meleset, terkadang bisa maju juga mundur
Hot Chapters