Athanasia
Radit membalas pelukan yang diberikan oleh mama tercintanya sambil menaruh kepalanya di leher sang ibu, "Ma, penyakit gangguan hati teh, penyakit langka ya, Ma?"
Wanita paruh baya mengangguk, "Iya, karena obatnya belum ditemukan. Satu-satunya cara ya transplantasi organ hati."
" ... memangnya teh kenapa, Aa?" sambungnya.
Radit melepaskan pelukan, ia menggeleng pelan sambil tersenyum simpul ke mama nya, "Ga apa-apa, Ma. Maaf buat anda khawatir juragan," ujarnya, membuat wanita berumur lima puluh satu tahun itu terkekeh kecil.
Chapitres populaires