DIAMNYA ISTRIKU
tanya Mama yang langsung menghampiri dan duduk di sampingku.
"Ma, Luna mau cerita. Cerita masalah yang benar-benar serius," jawabku sembari menggenggam tangan Mama erat. "Ada apa, Lun. Tenang kamu," ucap Mama.
"Ma, Luna takut terpapar vi– virus HIV," jawabku dengan bibir bergetar. Kedua bola mata Mama membulat sempurna. Dan raut wajahnya juga berubah seketika. Seperti merasa jijik dan enggan dekat denganku. Terbukti saat Mama langsung melepaskan tangannya dan duduk sedikit menjauh dariku. "Ma, kenapa?" tanyaku dengan perasaan sedih. Dia adalah ibu kandungku, tapi kenapa baru mendengar ini dia langsung menjauh? Padahal ini baru dugaanku saja dan belum tentu aku terpapar virus itu. Aku juga sa